Sunday, April 4, 2010

Membeli Rumah Tanpa Uang Muka

Sekali lagi bahwa properti itu unik. Satu lokasi dengan lokasi lainnya memiliki perbedaan. Boleh dikatakan bahwa properti sudah terdiferensiasi. Bisa kita lihat berapa harga jual tipe 36 di perumahan A dan dibandingkan dengan tipe yang sama di perumahan B. Itu dari harga, belum dari diskon, dari spesikasi bangunan, dari fasilitas rumah maupun fasilitas umum kawasan.

Berbeda pula dengan harga jual mobil yang sudah terstandarisasi. Harganya relatif sama untuk penjualan di Jakarta jika dibandingkan dengan Bandung, Cirebon, Surabaya dll. Pun jika terjadi selisih harga, anggap saja itu adalah beban pengangkutan.

Di sinilah letak kunci dari membeli rumah tanpa uang muka. Apalagi developer kadang memberikan diskon bervariasi. Celah diskon ini dapat kita manfaatkan sebagai uang muka.

Setidaknya ada 5 cara untuk membeli rumah tanpa uang muka.

Pertama, developer / penjual memang menjual propertinya tanpa uang muka dan kredit langsung ke developer. Sering kita lihat iklan gede-gedean 48X cicilan, tanpa uang muka, cicilan pertama langsung huni.

Kedua, developer / penjual telah bekerjasama dengan pihak perbankan untuk penjualan properti tanpa uang muka. Sekilas tampak tidak terjadi apapun kecuali menguntungkan konsumen. Di balik kerjasama ini adalah developer / penjual telah memiliki tabungan yang ditahan sebesar uang muka konsumen. Jadi sebenarnya tetap saja ada uang muka, namun ditanggung oleh developer sampai rumah selesai serah terima.

Ketiga, memanfaatkan celah diskon. Perang diskon antar developer dapat kita manfaatkan sebagai uang muka. Caranya juga mudah. Seolah-olah diskon yang diberikan adalah uang muka yang telah anda bayarkan. Tentu saja anda musti ber”koordinasi” dengan developer / penjual sebelum melakukan transaksi.

Contoh perhitungannya seperti ini. Misal sebuah rumah tipe 36 seharga 100juta. Diskon 10%. Maka harga sebenarnya adalah 90juta bukan? Maka dalam pengajuan KPR ke Bank, akui saja bahwa harga rumah tipe 36 MEMANG 100juta. Seolah-olah anda telah membayar 10 juta uang muka, sehingga KPR anda adalah sebesar 90 juta.

Keempat, mark up harga. Mengingat properti itu memang sudah masing-masing memiliki perbedaan, maka harga juga akan sangat bervariasi. Bahkan dalam satu kawasan saja, harga satu tipe yang sama bisa berbeda. Nah, celah ini dapat kita manfaatkan dengan menaikkan harga sedikit lebih tinggi sesuai dengan nilai uang muka. Masih sama dengan cara ketiga, anda tetap harus ber”koordinasi” dengan developer / penjual sebelum melakukan transaksi.

Contoh perhitungannya seperti ini. Misal harga tipe 36 adalah 90juta. Maka anda perlu memark-up sampai dengan 100juta (kalikan harga sebesarnya dengan faktor 1,1111 apabila uang muka yang dipersyaratkan oleh bank adalah 10%). Seolah-olah anda telah membayar 10 juta untuk mendapatkan KPR sebesar 90juta yang notabene sama dengan harga rumah.

Kelima, deposito sebagai agunan tambahan. Baca kembali cara kedua dimana developer mempunyai tabungan yang ditahan sebagai uang muka. Nah, ini adalah kebalikan dari cara kedua dimana tabungan yang ditahan adalah anda yang sediakan. Biasanya berupa deposito.

Potensi kegagalan
Membeli rumah tanpa uang muka bukannya akan 100% disetujui. Potensi gagal atau tidak mencapai 100% biasanya dikarenakan, Pertama, kemampuan membayar kembali pembeli kurang dari yang disyaratkan.

Kedua, karena kita melakukan mark up baik mark up harga atau bermain diskon, maka nilai riil melebihi nilai pasar. Appraisal dari Bank bisa jadi menilai agunan anda kurang dari yang disyaratkan.

Ketiga, agak susah dilaksanakan untuk kavling siap bangun dimana developer / penjual tidak memiliki kerjasama KPR inden. Mengapa? Karena developer sebenarnya membutuhkan uang muka untuk membangun rumah anda. Jika anda membeli tanpa uang muka dan developer tidak memiliki skema kpr inden, uang dari mana untuk membangun?

Keempat, jika nama anda sudah menjadi bagian dari Daftar Hitam Bank Indonesia, mau uang muka 90%-pun, belum tentu Bank akan memberikan KPR kepada anda. Semoga anda jangan sampai masuk dalam daftar hitam itu. Amin.

Hayo, siapa berani mencoba ?


Sumber : aryodiponegoro.com

menjadi INVESTOR properti

ada beberapa cara yg ditawarkan developer untuk anda menjadi INVESTOR, BERIKUT INI adalah salah satunya


PELUANG 1: sebagai pemasar dengan modal nol tetapi komisi penjualan 2,5% dari harga rumah. Resiko nol

PELUANG 2: sebagi investor sekaligus pemasar, modal minimal 10 juta untuk booking kavling (uang anda di investasikan dalam bentuk kavling) jika anda berhasil menjual kavling sekaligus rumahnya maka anda mendapat keuntungan 100%, artinya modal 10 juta balik jadi 20 juta. Resiko terburuk jika rumah tidak terjual maka kavling tetap milik anda dan jaringan serta peserta peoperty class akan membantu memasarkan. Paling lama rumah terjual dalam waktu 3 bulan sejak dipasarkan.

PELUANG 3: sebagai investor tetapi tidak ikut menjadi pemasar. 10 juta untuk booking kavling (uang anda di investasikan dalam bentuk kavling) jika kavling sekaligus rumahnya terjual oleh tim pemasaran maka anda mendapat keuntungan 50%, artinya modal 10 juta balik jadi 15 juta. Resiko terburuk jika rumah tidak terjual maka kavling tetap milik anda dan jaringan serta peserta peoperty class akan membantu memasarkan. Paling lama rumah terjual dalam waktu 3 bulan sejak dipasarkan.

JAMINAN:
SURAT PPJB (perjanjian perikatan jual beli) atas nama penjual (pemilik tanah) dan anda sebagai pembeli kavling diatas materei seperti layaknya transaksi jual beli tanah dengan developer. Sudah sah dan kuat secara hukum di lindungi oleh undang-undang Negara menteri perumahan. Bisa anda perjual belikan kembali.

Hot Deal dalam Negosiasi Lahan

Dalam pola akuisisi lahan untuk dikembangkan menjadi perumahan, ada beberapa pola yang dapat dijalankan. Tapi pola yang seperti apa yang termasuk HOT DEAL?

Kategori HOT DEAL adalah tidak membutuhkan modal awal yang banyak untuk mengakusisi lahan. Harga perolehannya pun di bawah harga pasar. Dan pola pembayaran yang ringan serta saling menguntungkan.

Beli putus
Cara termudah dalam akuisisi lahan. Anda tinggal bayarkan sesuai harga kesepakatan berikut pajak dan proses sertifikasi di Notaris dan BPN. Kelemahannya adalah modal yang Anda tanamkan menjadi besar. Hot deal yang harus Anda dapatkan adalah memperoleh lahan dengan harga di bawah harga pasar.

Beli bertahap
Cara ini juga relatif mudah. Namun membutuhkan negosiasi yang lebih. Karena tidak semua pemilik lahan bersedia untuk menerima pembayaran secara bertahap. Kelemahannya adalah modal yang Anda tanamkan sedikit membesar dan Anda akan terjebak dalam permainan resiko pemasaran. Artinya akuisisi lahan membutuhkan putaran kas (cash flow) dari hasil penjualan. Sedangkan penjualan tidak serta merta dapat diprediksikan dengan mudah. Hot deal yang harus Anda dapatkan adalah memperoleh lahan dengan harga di bawah harga pasar dan cara pembayaran yang relative ringan.

Terdapat 3 pola dalam pembayaran bertahap. Yakni pembayaran berdasarkan waktu dan pembayaran berdasarkan kegiatan serta cara pembayaran gabungan antara waktu dan kegiatan.

Cara pembayaran berdasarkan waktu artinya Anda membayar lahan sesuai waktu yang telah disepakati. Misalkan 6 bulan. Cara pembayaran berdasarkan kegiatan artinya anda membayar lahan sesuai kegiatan yang disepakati. Misalkan kapan terjadi pembayaran uang muka, kapan pembayaran lahan ketika perijinan selesai, kapan pembayaran ketika sertifikat selesai balik nama dll. Sedangkan cara pembayaran berdasarkan gabungan keduanya artinya Anda membayar lahan sesuai waktu dan kegiatan yang disepakati.

Kerjasama kepemilikan
Inilah HOT DEAL yang sebenarnya. Dengan pola pembayaran ini, Anda dapat menekan modal awal proyek. Anda mendapatkan pola pembayaran yang ringan. Namun dengan kemudahan ini, Anda HARUS BERBAGI KEUNTUNGAN DENGAN PEMILIK LAHAN. Dan pola ini adalah cara teraman namun bukan cara termudah karena membutuhkan negosiasi yang tidak mudah pula.

Inti dari pola pembayaran ini adalah pembayaran berdasarkan kapling yang terjual. Misalkan dalam suatu lahan seluas 400m2, senilai 400 Juta, Anda membaginya menjadi 4 kapling masing-masing seluas 100m2. Maka setiap penjualan 1 kapling, Anda memiliki kewajiban pembayaran lahan sebesar 100 juta + +.

Bagaimana dengan pola bagi hasilnya? Cara tersimple adalah dari harga kesepakatan, naikkan harganya untuk menambah keuntungan pemilik lahan. Misalkan harga perolehannya 400 juta, Anda naikkan menjadi 440 juta dengan pola pembayaran ini. Atau Anda menghitung kelayakan keuangan proyek, berbagi hasil dari net income/profit.

Pemilik lahan tidak memiliki resiko atas bisnis, namun justru memiliki proyeksi keuntungan. Kenapa? Lahan miliknya jika tidak laku dijual, lahan masih utuh. Justru resiko berada di Anda sebagai developer. Namun resiko ini sangat kecil karena lahan tidak Anda akuisisi dengan pola yang lainnya. Jadi kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

Jadi seperti apa pola pembayaran lahan Anda? Bila Anda telah memiliki lahan HOT DEAL, sampaikan ke kami. Kami bantu untuk menjadi DEVELOPER PROPERTI!

http://aryodiponegoro.wordpress.com/2010/01/16/hot-deal-dalam-negosiasi-lahan/

Menilai tanah yang layak

Faktor lingkungan sekitar

Dengan melihat lingkungan sekitar, akan memudahkan kita untuk menilai apakah lokasi yang sedang diincar lebih layak untuk dibangun kawasan seperti apa. Dapat pula dilihat dari beberapa developer yang bermain di lokasi sekitar. Jika memang tidak ada, Anda adalah pioneer dengan resiko kegagalan lebih besar. Namun jika sukses, keuntungan bisa jauh lebih besar.

Harga Dasar Tanah

Harga dasar tanah dapat ditinjau dari beberapa aspek berikut : 1. Harga NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Dapat dilihat dari SPT PBB (Surat Penetapan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan). 2. Harga Pasar. Harga yang sedang dipasarkan pada saat itu. Dapat diperoleh dari kelurahan, iklan jual tanah, info tetangga, makelar. 3. Harga Kesepakatan. Harga pembelian tanah yang sudah terjadi dalam jangka waktu 1 tahun terakhir ini. Bisa diketahui dari notaris, info tetangga, dll.

Pertimbangan perbankan

Pertimbangan dari perbankan patut diperhatikan. Mengapa? Karena bank sebenarnya memiliki dasar perhitungan penilaian jaminan. Tentu saja dalam rangka kredit. Tapi informasi ini dapat kita gunakan sebagai dasar penentuan segmentasi pasar. Selain hal tersebut, bank juga melakukan kerjasama pembiayaan dengan developer lain yang mungkin berada di lokasi sekitar lokasi yang sedang diincar.

Bentuk Lahan

Bentuk lahan yang tidak beraturan, akan sedikit memberi kesulitan dalam menggambar siteplan, meskipun pada sisi lain kesulitan ini bias menjadi sebuah keunggulan dalam konsep. Bentuk lahan yang relative persegi, akan memberikan efektifitas lahan yang lebih maksimal dibandingkan dengan bentuk yang tidak beraturan. Lahan datar lebih mudah dalam pengelolaan dibandingkan dengan lahan berkontur. Lahan berkontur berbiaya relative lebih besar dibandingkan lahan datar. Namun keunggulan lahan berkontur, biasanya memiliki pemandangan yang indah.

Status

Lahan Sawah, biasanya lebih murah. Namun dalam proses perijinan perlu diajukan ijin pengeringan. Dan pada praktek lapangan, memang harus dikeringkan dan proses2 lainnya seperti scraping, pengurugan dll. Pekarangan, biasanya lebih mahal dibandingkan lahan sawah. Namun pengelolaannya cenderung lebih mudah. Tidak ada lagi pengeringan sepertinya halnya lahan sawah.

Tidak bersertifikat (tanah negara, hak garap). Perlu dilakukan proses sertifikasi. Untuk dapat dilakukan proses perijinan lebih lanjut. Keuntungan lahan tak bersertifikat, kita bisa melakukan negosiasi pembayaran jangka waktu yang lebih panjang dengan alasan membutuhkan waktu untuk proses sertifikasi lahan untuk memastikan luasan lahan yang akan diakusisi. SHM (Sertifikat Hak Milik). Umum dimiliki oleh perseorangan sebagai bukti milik atas lahan. Keuntungannya adalah lebih pasti kepemilikannya dan proses perijinan lebih cepat. HGB (Hak Guna Bangunan). Umumnya dimiliki perusahaan. Bersifat sementara dengan jangka waktu tertentu. Biasanya 25 tahun. Namun dapat ditingkatkan haknya menjadi SHM. Keuntungannya adalah lebih pasti kepemilikannya dan proses perijinan lebih cepat.

http://aryodiponegoro.wordpress.com/2009/11/25/menilai-tanah-yang-layak/


Griya Nani Perumahan di Cibinong









Terletak dijantung kota Cibinong, tepatnya di jl. Abdul Hadi (kira2 50 dari jl Raya bogor dan jl tegar beriman) menjadikan griya nani pilihan yang tepat untuk tinggal bagi pebisnis dan keluarga muda yang aktif di cibinong maupun Jakarta. Diapit oleh 2 pintu Tol Citeureup dan Sirkuit Sentul memberikan akses cepat menuju Jakarta.


Jumlah unit terbatas hanya 5, dengan type 45/80 dan bisa juga type 70/100 (2lantai), namun masih memungkinkan untuk kompromi karena kavling ready stok dan belum terbangun. Keuntungan Akses yaitu :
1. 5 menit dari pemda cibinong
2. 15 menit dari pintu tol sentul dan citeureup
3. 20 menit ke bogor dan ke statiun kreta bojong gede

Just call for detail nur 08118891919/02198671079
jeev 08118891909/02192655099

Lima Jurus Men-deal-kan Produk Properti Anda

egitu banyak jurus dalam memasarkan produk properti. Berikut ini 5 jurus tambahan untuk men-deal-kan produk properti Anda ketika Anda sebagai agen atau pemasar properti berhadapan dengan customer secara langsung.

Do not judge a Book by Its Cover ; Sering mendengar kalimat ini dari Mas Tukul di Empat Mata? Ya memang jangan menilai buku hanya dari sampulnya. Begitu pula jangan menilai konsumen potensial dari penampilannya.

Semua kemungkinan sangat mungkin terjadi ketika Anda hanya menilai dari satu sisi saja. Bisa saja orang yang seolah tidak masuk segmen Anda adalah pesuruh kepercayaan seorang pengusaha terkaya di Indonesia atau orang yang nyeleneh tapi masuk dalam kategori segmentasi Anda. Atau mungkin memang bukan segmen Anda, tapi ia dapat menyebarkan informasi kepada teman, saudara atau siapapun yang ditemuinya tentang produk properti Anda. Toh tidak ada ruginya bersilaturahmi kan?

Kuncinya adalah tetap menyambut dan melayani dengan baik, siapa tahu orang yang Anda layani dengan celana pendek dan baju hem putih kotak-kotak itu adalah Bob Sadino?!

First Impressions ; Impresi pertama kali itu penting. Boleh kita menisbikan penampilan konsumen, namun haram jika Anda menisbikan penampilan Anda. Impresi tidak hanya dalam penampilan fisik saja. Salam yang renyah, senyum yang lepas, gaya bicara Anda yang lugas dan mantab (pake B), apalagi yang Anda temui sekelas Bob Sadino.

Tahan sendawa Anda apalagi jika sendawa Anda itu berbau busuk seperti bau sampah. Hindari bau mulut baik dari rokok maupun memang mulut Anda bau busuk. Sediakan permen rasa mint, alih-alih untuk suguhan konsumen, padahal untuk menutupi kekurangan Anda. Maaf, bercanda kok. Intinya penampilan Anda 100% perfect. 95% bolehlah….

Meniru gaya Bob Sadino juga boleh. Tetapi… gaya yang tidak umum itu bisa jadi malapetaka. Kenapa? It’s worked for Bob, and I don’t think so it can be worked for you

Presentation ; Nah ini saatnya Anda memasukkan virus-virus produk properti Anda dalam mind set calon buyer Anda. Siap kan kertas untuk corat coret, atau jika Anda menggunakan media komputer atau laptop, siapkan CD kosong. Sampaikan keunggulan produk properti Anda, sampaikan cara berhitung untuk memiliki properti Anda, sampaikan alasan mengapa calon buyer Anda harus memilih properti Anda.

Sampaikan presentasi Anda dengan cara yang tidak biasa atau minimal tidak membosankan si mangsa. Jika si mangsa sudah terlihat lelah, letih dan lesu, ini pertanda Anda harus memainkan emosi si mangsa dengan mengangkat interest si mangsa. Ah yang bagian ini, Anda baca saja teknik berkomunikasi dengan baik dan benar.

Lead the Topic ; Sebenarnya ini adalah kunci dari suksesnya presentasi. Lead the topic maksudnya menggiring arah pembicaraan, pertanyaan maupun pernyataan si konsumen.

Jangan sampai terjadi jeda dalam pembicaraan Anda dengan konsumen. Pertanyaanpun Andalah yang mengarahkan. Caranya gampang, pancing saja dengan pertanyaaan. Misal “Bapak kira-kira memilih tipe yang seperti apa?”. Ada 2 kemungkinan jawaban, yakni dengan menjawab tegas atau menjawab kembali dengan pertanyaan. Nah Anda sudah bisa mengarahkan pertanyaan. Mengarahkan pernyataan tekniknya juga gampang dan sesederhana mengarahkan pertanyaan.

Kalau Anda sering melakukan latihan, lama-lama mulut Anda piawai memainkan nada-nada arahan…

A Gift ; Hadiah? Ya.. hadiah? Mahal? Tidak harus. Pernah developer besar memberikan balon kepada anak-anak yang lewat di depan konter pamerannya dengan harapan si orang tua akan sungkan dan bertanya tentang produk properti yang ditawarkan dan artinya si developer memiliki kesempatan menanam virus-virus produk propertinya. Balon gitu lho?

Tidak melulu hadiah itu adalah sesuatu berada jauh di sekitar Anda. Kadang hadiah itu dapat Anda peroleh dari sekitar Anda. Ingat dalam presentasi, kita harus mempersiapkan kertas atau CD kosong? Kertas kosong yang Anda corat-coret untuk cara menghitung harga atau CD yang di-burn dengan Powerpoint presentasi Anda atau animasi 3D, dibalut dengan brosur yang lebih mewah (biasanya yang dibagikan konsumen adalah flyer), jangan lupa kartu nama yang unik dengan nomor kontak yang mudah diingat. Kalau perlu nama Anda yang rada ndeso diganti atau ditambah biar keren tapi unik. Itu sudah cukup menjadi hadiah, yang penting disampaikan dengan tata cara yang gila! Bukan Anda yang gila!!! Maksudnya dengan kemasan yang berbeda.

Ada sekelumit cerita tentang konsumen saya. Meski ketemunya dengan teman-teman saya yang lainnya, si konsumen tetap saja memanggil teman-teman saya dengan panggilan mas Aryo. Kenapa? Karena oleh-oleh kartunama dengan ukuran mini, nomor telepon dengan triple 9 sebagai akhiran, nama yang rada unik Aryo Diponegoro (unik atau ndeso ya) dan gaya presentasi yang gila yang saya sampaikan. (Numpang comment : apa gak ditambah-tambahin neh???). Tapi ini fakta kok.

Well, OK, lima jurus di atas hanya akan sia-sia jika tidak dipadukan dengan jurus memasarkan properti lainnya seperti pengetahuan terhadap produk, keunggulan, aksesibilitas, lokasi, promosi, strategi harga, dan pelayanan serta wawasan yang luas. Saya jamin 99% akan GAGAL kecuali Anda satu-satunya pemasar properti di dunia ini…

http://aryodiponegoro.wordpress.com/2008/07/15/lima-jurus-men-deal-kan-produk-properti-anda/

villa ar royyan






Berlokasi di Jl. H. Mustofa Komplek Hankam Kel Pasir Gunung Selatan Kec CImanggis Depok. Lokas persisnya adalah kira2 1KM dari perempatan lampu merah gunadarma RTM Kelapa dua Depok. dengan lokasi tersebut pula membuat Villa Ar-Royan menjadi pilihan tempat tinggal yang sangat strategis.

Kenapa? karena hanya 1 KM ke Jakarta, 10 menit ke pintu Tol Cijantung, 15 menit ke pintu Tol CIbubur. 5 menit ke kampus UI, Gunadarma, UP dan margonda raya sebagai pusat kota Depok dengan Giant dan carrefournya.


Kontur lahan yang bergelombang menjadikan lokasi in seperti anda tinggal disebuah villa dengan [emandangan alami kali ciliwung, gunung salak dan depok city. suasana asri dan masih banyaknya burung-burng yang berhabitat di sana menjadikan lokasi ini sebagai satu-satunya lokasi perumahan bersuansan villa di Depok.