Pernyataan tentang kekayaan Umar ra dan sahabat yang lain saya ambil dari dua buku. Pertama adalah buku karangan DR Jaribah bin Ahmad Al-Faritsi, yang merupakan tesis doktoralnya. Sudah dibahasakan ke Indonesia melalui penerbit Khalifa. Judulnya adalah Fiqih Ekonomi Umar bin Khattab ra. Jika Anda mengetik kata-kata kunci pada buku ini, Anda akan bertemu dengan banyak artikel, milis, undangan seminar tentang buku ini.
Buku kedua adalah karangan Ibnu Athoillah As-Sakandari. Beliau adalah ulama sufi yang sangat terkenal dengan buku sufinya berjudul Al-Hikam. Banyak kalangan yang menyematkan kaum sufi adalah mereka yang berdekatan dengan kemiskinan. Buku ini menampilkan data sebaliknya. Bahwa zuhud tidak identik dengan kemiskinan. Bahkan mereka yang serius bekerja sambil meniatkan karyanya untuk akhirat adalah sebagian dari jihad Islam.
Saya sengaja mengutip dari buku karangan ulama sufi, agar umat ini terbuka wawasannya. Kita selama ini terkungkung dengan paradigma bahwa zuhud pasti miskin dan kaya pasti tercela. Semoga upaya yang kecil ini mampu menyadarkan sebagian besar umat tentang konsep kekayaan dalam Islam.
Buku Imam Ibnu Athoillah yang saya maksud berjudul "Al-tanwir fil isqoth at tadbir" diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul "Kenapa harus berserah?" penerbit serambi.
Sunday, April 4, 2010
Benarkah Umar ra kaya?
The Orchid Realty, Membangun Peradaban Islami dengan Properti Bersama Ust. Yusuf Mansu
Nasrullah mengakui, perumahan Islami di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, sebenarnya sudah banyak, misalnya perumahan muslim di Tangerang. Namun, The Orchid Realty adalah developer syariah pertama yang benar-benar menekankan dari sisi value. Salah satunya adalah dengan menggunakan bank syariah sebagai rekannya dalam akad jual beli. Selain itu, The Orchid Realty juga semaksimal mungkin menerapkan nilai-nilai keislaman dalam membangun perumahan, seperti meletakkan masjid sebagai sentral dan prinsip `al-jarru qablad daar`, tetangga sebelum rumah itu sendiri, benar-benar terwujud. Berbeda dengan komplek perumahan yang banyak dibangun di kota-kota besar, yaitu kental dengan nuansa kapitalisme dan konsumerisme dengan meletakkan pusat perbelanjaan dan arena bermain sebagai daya tarik utamanya, The Orchid benar-benar satu alternatif yang perlu diperhitungkan di tengah hausnya nilai-nilai keislaman dalam kehidupan di masyarakat. Harga rumah ditawarkan juga lumayan terjangkau dengan range harga mulai Rp170 juta sampai Rp400 juta. Selain masjid sebagai sentral, fasilitas perumahan yang dibangun Orchid adalah taman, jogging track, lapangan bulutangkis, children playground, bio-pore environment system, dan underground drainage.
Seperti Mekah, sebuah daerah padang pasir yang tandus menjadi kota yang paling banyak dikunjungi muslim setiap tahunnya, The Orchid juga ingin mewujudkan komplek perumahan muslim tersebar di berbagai daerah. Dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Ustadz Yusuf Mansur, yang telah sukses mendirikan banyak rumah tahfizh di daerah, The Orchid pun merajut mimpi untuk mendirikan seribu rumah dengan alquran sebagai sentralnya.
Pintar menjaring pasar dan konsep yang spesifik merupakan faktor penentu yang mampu meningkatkan popularitas Orchid. Hingga akhir 2009, sudah sembilan perumahan yang dibangun, semuanya di kawasan lingkar Universitas Indonesia (UI), yakni Kukusan, Beji, Pondok Cina, dan Tanah Baru yang masuk dalam wilayah Depok, Jawa Barat. Perumahan yang dibangun masih dalam skala kecil karena berbanding lurus dengan modal yang minimal, jumlahnya pun masih terbatas. Proyek pertama Orchid adalah The Orchid Town House yang berjumlah 16 unit rumah. Setelah itu, Griya Rahmani 1 yang dikhususkan untuk memfasilitasi guru-guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Depok merupakan proyek The Orchid Realty yang kedua. Selama sebulan, 37 unit rumah ini habis terjual. Pada April 2007, proyek ketiga Orchid bergulir, temanya The Orchid Residence. Dalam 2 hari, proyek ini terjual 30 unit dengan omset sekitar Rp8 miliar. Sejumlah 50 rumah berikutnya habis terjual dalam waktu tiga bulan setelah diluncurkan. Pada tahun 2008, Orchid memasang target membangun 400 unit rumah. Mereka meluncurkan Cyber Orchid Town Houses sejumlah 47 unit. Kemudian secara berurutan, dirilis Griya Rahmani 2 (68 unit), Griya Rahmani 3 (48 unit), The Orchid Regency (51 unit), The Orchid Green Village (120 unit), dan The Orchid Town House 2 (16 unit).
Dalam pengelolaan bisnis, The Orchid Realty dikelola secara syariah dan menghindari riba, bahkan membentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang mengawasi dan memberikan arahan pola kerja dan akad-akad Islami. Dengan melaksanakan berbagai proyek, The Orchid Realty otomatis mempekerjakan dan memberdayakan pekerja muslim.
Kerja sama dengan Ustadz Yusuf Mansur merupakan langkah awal Nasrullah dan The Orchid Realty untuk menjangkau pangsa pasar baru. Rencananya, mereka akan membuat proyek perumahan di kota Bandung seluas 6 hektar. Di dalam kompleks perumahan tersebut, akan dibangun pesantren, perpustakaan, bank syariah, mini mal, klinik, cottage, dan residencial. Dengan tren `private` mulai menanjak dalam memilih perumahan, nampaknya gagasan Orchid untuk membentuk perumahan berbasis alquran dan komunitas muslim dapat terwujud dan diterima masyarakat luas.
Sumber : eramuslim.com
developer syariah
A. Pengertian Developer Syari'ah
- Developer adalah pembuat, pengembang, pemilik atau pengelola perumahan baik instansi atau perorangan
- Syari'ah secara etimologi adalah jalan yang lurus atau air yang dengannya manusia minum.
- Syari'ah secara istilah adalah hukum-hukum atau ketentuan-ketentuan yang sudah diatur oleh Allah dan RasulNya untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
- Developer Syari'ah adalah pengembang atau pengelola perumahan yang asas dan mekanismenya berdasarkan syari'ah (hukum) islam.
B. Objek Dalam Developer Syari'ah
- Akad-akad - Akad Investor kepada Developer
- Modal Modal yang halal merupakan muara dari suatu proses menuju keberkahan.
- Perbankan Riba merupakan prakteknya orang-orang kafir yang harus diperangi bahkan dimusnahkan dengan jalan mendukung praktek-praktek syari'ah dalam bermuamalah sesama umat
- Sumber Daya Alam dan Manusia Seorang muslim seharusnya tidak hanya mencita-citakan kesuksesan di akhirat namun di dunia pun juga sukses dan dapat memberi manfaat sebanyak-banyaknya untuk kepentingan umat.
- Produk - Bangunan (fisik) : Memelihara hak-hak tetangga seperti sanitasi, bangunan, saluran air dan kesehatan
- Akad Jual beli Tanah
- Akad Jual beli Rumah baik cash, cash bertahap atau KPR
- Akad antara kontraktor dengan pihak Develover
- Akad keuangan (Finansial) baik internal maupun eksternal
- Lingkungan : Fasilitas berupa tempat ibadah seperti masjid atau mushala menjadi prioritas demi keberlangsungan konsistensi penghambaan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala.
Penghuni lebih mudah menentukan arah bagi keluarganya karena para penghuni punya visi dan misi yang sama untuk membina bibit-bibit muda unggul yang jauh lebih kondusif keimanan dan keislamannya dengan tersedianya tempat pendidikan agama baik formal ataupun informal. Kolam renang islami (perumahan tertentu) adalah harapan keluarga muslim sehingga bisa menikmati hidup dengan sehat dan nyaman.
- Akad-akadnya memerangi riba
- Mengutamakan nilai-nilai islami dan akhlaqul mahmudah (ahlak terpuji) seperti transparansi, jujur, profesional tanpa manipulasi dan penipuan dalam pelayanan.
- Modal dan keuntungan yang halal dari muslim oleh muslim dan untuk umat islam
- Beberapa fasilitas islami yang dapat menciptakan lingkungan islami dalam menyongsong generasi rabbani
- Memberi manfaat bagi peningkatan ekonomi umat
- Di bawah kontrol Dewan Pengawas Syariah
- Keuntungan Developer insyaa' Allah sebagiannya disalurkan untuk:
- Santunan Anak yatim dan dhu�afa
- Pendidikan dhu'afa
- Membantu pembiayaan perumahan guru/pengajar fisabilillah
- Kesejahteraan umat
http://www.orchid-realty.com/thecompany/dewan_ps.php
new inspirasi from "The Orchid Reality"
Setelah berjalan setahun, usahanya berkembang menjadi kontraktor bangunan dengan berganti nama menjadi "Relife Realty". Perkenalannya dengan dunia bangunan membuatnya matang dengan pengalaman proyek dan berkenalan dengan para praktisi di bidang usaha kontraktor maupun developer.
Tak lama berselang, niatnya untuk segera memulai bisnis properti terjawab dengan terwujudnya perumahan pertama yang dibangunnya dengan nama "The Orchid Town House"sebanyak 16 unit Rumah. Orchid Town House dipasarkan di tengah kondisi properti yang tengah lesu dan SBI yang masih sangat tinggi (12,75). Di tengah kondisi itu, Orchid berhasil menembus pasar, memasarkan seluruh unit dan menjadikannya fondasi bagi bisnis Orchid selanjutnya. Pertengahan September 2006 usahanya dilegalkan dengan nama CV. Fadhilah Berkah Utama.
Setelah perumahan pertamanya sukses menembus pasar, direktur utama yang kini memiliki tiga anak itu, segera membangun perumahan muslim "Griya Rahmani" yang dikhususkannya untuk memfasilitasi guru-guru SDIT yang marak di Depok. Dalam jangka waktu hanya 1 (satu) bulan sejak dilaunching, perumahan dengan 37 unit rumah ini habis terjual.
Bulan April 2007, Nasrullah yang lulusan Universitas Indonesia ini, membuka perumahan ketiga yang diberi nama "The Orchid Residence". Kejeliannya dalam melihat pasar terbukti dalam proses marketing perumahan yang laris manis ini. Dalam 2 hari launching, Orchid Residence mencatatkan penjualan 30 unit rumah dengan omzet kurang lebih 8 miliar rupiah. 50 rumah berikutnya habis terjual hanya dalam waktu 3 (tiga) bulan setelah launching. Total rumah yang menjadi proyek Orchid pada tahun 2007 sebanyak 137 unit, meningkat lebih dari 800% dari tahun sebelumnya yang hanya 16 unit.
Memasuki tahun 2008, Orchid mematok target 400 unit, atau peningkatan 300% dari tahun sebelumnya. Akhir Desember 2007, pencapaian target itu dimulai dengan melaunching perumahan keempat, Cyber Orchid Town Houses, sebanyak 47 unit. Kemudian secara berturut-turut, Orchid melaunching perumahan Griya Rahmani 2, 68 unit (April 2008), Griya Rahmani 3, 48 unit (Juni 2008) dan segera melaunching The Orchid Regency, 51 unit (Juli 2008) dan The Orchid Green Village, 120 unit (Agustus 2008).
Hanya dalam jangka waktu 6 bulan, 83% target di tahun 2008 tercapai. Perluasan dan ekspansi akan terus dilakukan Orchid sampai akhir tahun 2008. Dan melihat pencapaiannya, tampak bahwa target 400 unit di tahun 2008 akan terlampaui.
SEMANGAT JIHAD DAN FARDU KIFAYAH
Melihat sepak terjang Orchid yang sangat pesat, banyak orang yang bertanya, motivasi apa sebenarnya yang ada di balik bisnis yang mengusung perumahan muslim ini. Pada Ahad, 1 Juni 2008, Nasrullah menjawabnya dengan mengadakan "Orchid Gathering, Forum Investasi dan Silaturahmi". Pada acara ini Orchid melaunching dirinya sebagai DEVELOPER SYARIAH. Menggandeng ustadz muda yang pakar dibidang syariah, Ust Saptono Budi Satryo sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah CV. FBU, Orchid meneguhkan motivasi bisnisnya sebagai bagian dari "Jihad Ekonomi Umat Islam"
Dalam presentasinya, Nasrullah mengungkapkan kerisauannya atas problematika umat, dimana 98% dana Perbankan Indonesia dikelola dengan prinsip ribawi yang tidak diridhoi oleh Allah, padahal riba-lah yang telah menghancurkan banyak negara dengan berbagai krisis ekonomi dan inflasi yang ditimbulkannya. Kondisi umat diperparah dengan merosotnya moral sebagian para pelaku usaha yang notabene muslim. Nasrullah juga risau dengan tingginya angka pengangguran umat Islam, berkuasanya asing dan non-muslim dalam dunia bisnis Indonesia, kemalasan sebagian umat Islam untuk berusaha, ditambah dengan sikap yang salah atas pengertian zuhud dan takdir.
Kesemua latar umat itu membuatnya meneguhkan tekad bahwa Orchid adalah bagian dari entitas bisnis Muslim yang berjihad di bidang ekonomi. Komitmen itu dirangkai dalam 7 poin besar, yaitu:
1. Manajemen bisnis dikelola secara syariah dan memerangi riba
2. Hanya bekerjasama dengan Bank Syariah dalam pembiayaan perbankan
3. Memiliki DPS (Dewan Pengawas Syariah) yang mengawasi dan memberikan arahan pola kerja dan akad-akad Islami
4. Mempekerjakan dan memberdayakan Pekerja Muslim
5. Terbuka untuk bekerjasama dan silaturahim dengan semua komponen Umat Islam
6. Senantiasa belajar dan berusaha mendekati pola kerja Islami sesuai syariah
7. Senantiasa berjihad membuka lapangan kerja bagi sektor riil, sektor produktif yang akan mengangkat derajat umat Islam
Tidak berlebihan akhirnya, jika beliau meneguhkan Orchid sebagai "Developer Syariah pertama di Indonesia" dan dengan itu, Orchid melaksanakan Fardu Kifayah yang dibebankan kepada setiap Muslim. Beliau dalam ungkapannya mengatakan, "Kebutuhan Muslim akan rumah adalah kebutuhan pokok, dan itu harus disediakan oleh kaum Muslim juga, bukan orang lain".
Orchid tentunya masih merupakan titik kecil dari perjuangan panjang ekonomi Umat. Dengan komitmen dan bantuan serta doa semua pihak, semoga tekad yang besar ini menjadi bekal yang baik bagi perkembangan Umat Islam di kemudian hari.
Kenapa harus property
- Karena sahabat kaya raya lewat properti
- Karena Allah tidak ciptakan bumi yang kedua, sehingga harganya makin mahal
- Karena harga properti naik terus dan tidak fluktuatif
- Karena properti adalah investasi terbaik dan teraman
- Karena properti memiliki dua keuntungan : Capital gain dan cash flow
- Karena bumi ini harus diwarisi oleh kaum yang taat kepada Allah saja.
Bisnis berbasis properti adalah bisnis yang aman, insya Allah. Jika tidak berbasis properti akan mudah dihancurkan badai. Jadi jika Anda berbisnis, maka arahkan bisnis itu pada penguasaan properti. Jika Anda bekerja, maka sisihkan gaji Anda untuk membeli properti.
Pada masa kini, dengan perbankan syariah sebagai leverage terbaik dan halal, mampu membuat kita membeli properti dengan modal yang minim, bahkan tanpa modal sama sekali.
- Saya kan bukan pebisnis?
- Saya kan hanya karyawan?
- Properti kan harganya mahal?
Assalamu 'alaikum Wr Wb
Ba'da tahmid was sholawat
Saudaraku seiman..
Menjadi kaya raya adalah impian semua orang. Sifat Allah Ar-Rozzaq (Maha Memberi Rizqi), Al-Ghoniy (Maha Kaya) dan Al-Mughniy (Maha Pemberi Kekayaan) yang ditanamkan kepada manusia menjadikan manusia ingin menguasai kekayaan. Namun cara manusia mencapainya memiliki spektrum yang amat panjang. Mulai cara yang halal sampai yang menjurus kepada kesyirikan.
Pada zaman keemasan Islam (khoirul qurun), para sahabat Rasulullah SAW menguasai kekayaan dengan motivasi terbaik mereka, mengabdi kepada Allah. Dan tentu saja, rizqi yang mereka terima, hanya yang halal saja. Ciri mereka ada pada keteguhan dan kerja keras dalam berproduksi, namun sangat hemat dalam konsumsi. Inilah zuhud yang benar. Bukan dengan ber-miskin ria lalu melegitimasi kemalasannya dengan baju zuhud.
Dalam sejarah tercatat, Umar bin Khattab RA ketika wafat meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta (perkiraan konversi ke dalam rupiah). Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta.
"Berarti Umar ra mendapatkan passive income sebanyak Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan!".
(Fikih Ekonomi Umar ra, penerbit Khalifa, hal. 47 & 99, konversi pada saat harga dinar Rp 1,2 juta)
Umar ra dalam anjurannya untuk berproduksi, berkata: "Aku wajibkan kepada kalian tiga bepergian, yaitu: Haji dan umroh, Jihad dan usaha untuk mencari rizqi" (idem, hal 48).
Bahkan beliau juga berkata, "Tidaklah Allah menciptakan kematian yang aku meninggal dengannya setelah terbunuh dalam jihad yang lebih aku cintai daripada aku meninggal di antara kedua kaki untaku ketika berjalan di muka bumi, dalam mencari sebagian karunia Allah" (idem, hal 42)
Masih banyak atsar Umar ra yang lain, yang menganjurkan para sahabat untuk gemar berproduksi. Namun coba kita lihat betapa Umar ra menganggap dirinya bermewahan jika makan lebih dari dua lauk dalam satu hidangan... kehidupan konsumsi yang sangat kontras dengan produksinya.
Dengan prinsip kekayaan seperti inilah akhirnya para sahabat mampu mencetak para konglomerat muslim, seperti Abdurrahman bin 'Auf, Utsman bin Affan, Amru bin Ash, Muawiyyah dan sahabat yang lain yang telah meraih kekayaan sejatinya.
Lalu, dimana benang merahnya? dimana sumber kekayaan itu sebenarnya? bagaimana umat Islam masa kini bisa seperti mereka?
Benang merah yang bisa saya lihat pada mereka dan ilmu-ilmu kekayaan pada masa kini, ada pada penguasaan PROPERTI mereka. Ya, PROPERTI. Umar ra memiliki warisan 70.000 ladang pertanian, Ustman ra memiliki properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar, beberapa sumur produktif senilai 240 Miliar. Belum lagi sahabat yang lain. Mereka semua kaya dari properti...
Maka, kalau boleh saya sarankan kepada para pengusaha dan pekerja muslim, arahkan strategi Anda pada properti seperti para sahabat Rasulullah SAW itu. Bahkan Umar ra selalu menganjurkan kepada para pejabatnya untuk tidak menghabiskan gajinya untuk konsumsi. Melainkan disisakan untuk membeli properti. Agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan.
Subhanallah...
http://www.spiritualpreneurship.com/Lokasi Bagus Kalau Tidak Laku ya Jelek
Kawan saya ini sebut saja IA adalah seorang pemula dalam bisnis ini. Benar-benar baru. Kebetulan ada modal tanah yang sudah dikuasainya sejak lama di kampungnya. Lokasinya dari jalan utama, masih harus memasuki perkampungan (perdesaan) dengan menempuh perjalanan lebih dari 45 menit. Jauh banget.
Awal mulanya saya berpikir, tidak sejauh yang saya bayangkan. Setelah 15 menit, kok berasa semakin ke dalam. Singkat cerita sampailah saya di lokasi. Wow… 88 unit yang direncanakan sudah di booking 50 unit dalam waktu 4 bulan. Berdiri di atas lahan kurang dari 1 ha. IA hanya bekerja sendiri. Arsitek perencanaan, promosi semua di-outsourcekan kepada kawan-kawan dekatnya.
Promosi hanya mengandalkan sign board ukuran 3 x 2 m. Spanduk terpasang adalah potongan dari spanduk promosi rokok. Brosur?? Jangan tanya, belum ada. Pengolahan lahan? Hanya urugan selebar 5 x 10 m untuk akses masuk ke lokasi. Sign board??? Sama sekali tidak ada! “Modalnya berapa nih?”, saya bertanya. Tidak lebih dari 10 Juta!!! Wah… dahsyat!!! Inspiratif!
Terlepas dari kekurangan yang ada. Seperti percepatan, sistem operasional dan lain-lain. Sesuatu yang belum dimiliki kawan saya saat ini. Namun kawan saya benar-benar menginspirasi bahwa LOKASI “JELEK” KALAU LAKU YA “BAGUS”!
Pesan kawan saya sebelum kami berpisah, “Mas Aryo, saya mau mendobrak pakem yang sekarang gencar ditawarkan oleh para konsultan properti bahwa lokasi, lokasi dan lokasi itu tidak semata-mata penting. Yang paling penting adalah PASAR!”
Mantabs! Luar Biasa! Super Antusias!!!
—————————————–
Dedicated to Mr. IA, Kawan saya yang sangat inspiratif!
http://aryodiponegoro.wordpress.com/2010/02/16/lokasi-bagus-kalau-tidak-laku-ya-jelek/