Monday, May 3, 2010

Strategi Akuisisi Proyek Macet dengan Modal Cekak

Banyak sekali penawaran yang masuk dari sobat-sobat Property University, Pembaca buku The Property Developer maupun yang lainnya. Yakni mengakuisisi proyek macet. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, akhirnya kami menemukan strategi yang aman dalam rangka mengakuisisi proyek macet. Dan cara ini saya anggap masuk akal dan yang paling penting aman untuk berinvestasi.

Lihat kenapa macet

Ini hal utama yang pertama kali musti kita lihat. Satu pertanyaan simple “mengapa proyek itu macet”? Proyek dapat macet karena ketakketersediaan prasarana seperti listrik dan air, managemen yang salah, strategi pemasaran yang tidak klop, manajemen arus kas yang amburadul, terjerat hutang bank, sumber daya manusia yang tidak mumpuni, brand image lokasi karena longsor, dekat lokalisasi, bau sampah dan lain-lainnya.

Satu hal yang paling penting adalah jangan pernah bersedia mengakuisisi masalah-masalah ini. Kenapa? Developer lamalah yang bikin ulah, bukan kita bukan? Mengapa kita harus memberanikan diri untuk mengakuisi masalah-masalah tersebut? Saya akan lebih senang bermain di wilayah lainnya.

Strateginya?

Apapun alasannya, saya yakin bahwa kendala utama adalah pemasaran. Maka daripada itu, kerahkan usaha kita untuk memasarkan terlebih dahulu, bukan mengucurkan investasi ke hal-hal yang tidak mendukung pemasaran. Atasi dulu kunci pokoknya. PEMASARAN. Apabila pemasaran dapat Anda jalankan dan memperoleh hasil yang baik, masalah apapun yang melatar belakangi proyek macet, akan dapat Anda selesaikan.

Langkah-langkahnya

Apabila Anda memperoleh kasus proyek macet. Posisikan Anda sebagai seorang ahli pemasaran bak agen pemasaran. Siapkan materi promosi dan strategi pemasaran Anda. Tuangkan kesepakatan dengan pemilik proyek dalam perjanjian pemasaran. Dalam perjanjian tersebut, Anda sebagai tenaga pemasarannya, bukan pengelola proyeknya. Dalam salah satu klausulnya, Anda berkewajiban melakukan penjualan selama beberapa periode tertentu. Misalnya 3 bulan. Apabila pemasaran Anda berhasil, Anda berhak untuk mengelola proyeknya.

Apa yang perlu dihindari?

Beberapa hal yang sering kali saya hindari adalah proyek macet karena tidak tersedianya prasarana terutama air, brand image, dan terjerat hutang bank (dalam beberapa kasus, untuk hutang bank bisa dengan mudah diselesaikan, tapi tergantung negosiasi dengan perbankan). Mengapa? Hal-hal tersebut membutuhkan modal yang besar bukan ? Padahal dengan proyek macet itu umumnya beresiko. Buat apa menggelontorkan modal besar untuk sesuatu yang beresiko? Kecuali back up modal Anda memang besar dan sekali lagi Anda yakin mampu mengatasi masalah-masalah! Ya, saya tahu, pengusaha harus berani ambil resiko. tapi tidak sebesar ini. Proyek macet itu bukan karena Anda, tapi karena pengelola sebelumnya yang membuat macet.

Beberapa contoh kasus :

1. Perumahan NSA. Sudah berdiri 12 unit rumah. Namun pemasarannya tidak jalan. Kami mengakuisi pemasarannya. Kami buatkan brosur sebanyak 2000 exp, sign board (penunjuk arah), banner kantor pemasaran. Modal yang kami keluarkan hanya sebesar Rp. 1.5oo.ooo,00. Kami mengambil profit 10 juta per penjualan. Dalam tempo 1 bulan, 3 unit terjual. Bandingkan 1,5jt dengan profit 3 unit rumah 30jt. Gurih kan?

2. Kavling PTS. Terhampar di kurang lebih 1 ha lahan. Konsep yang ditawarkan adalah jual kavling seharga 40jutaan. Terjerat hutang 500jt di BPR setempat. Solusi yang kami tawarkan adalah menjual berikut dengan rumahnya. Profit bangunan untuk pengembang baru. Pengembang lama hanya memperoleh hak atas penjualan kaplingnya saja. Urusan dengan BPR berikut bunga yang dibebani, menjadi tanggung jawab pengembang lama. Pembangunan unit baru, menjadi tanggung jawab pengembang baru. Perkiraan modal tidak lebih dari 10 juta.

3. Perumahan RSH – MR. Berdiri di atas lahan kurang lebih 4 ha. Terjual dan terbangun sekitar 30 unit. Itupun berada di lokasi bagian belakang. Artinya modal untuk membangun jalan, prasarana listrik dan air harus sampai belakang menjangkau 3o unit terbangun. Sehingga modal habis untuk membangun infrastruktur tersebut. Sedangkan “muka” lokasi tidak tersentuh pembangunan. Solusi yang kami tawarkan adalah menjual unit-unit yang berada di depan terlebih dahulu. Tentu saja dengan program promo yang kami rahasiakan. Perkiraan permodalan tidak lebih dari 20 juta. Dengan 20 juta bisa mengakuisisi lebih dari 4 ha.

4. Perumahan SV. Lokasi take over dari pengembang lama. Uang muka untuk akuisisi sudah dikeluarkan sebesar 50jt. Program pemasaran tidak bisa dijalankan. Rumah contoh yang sudah dibangun, belum selesai 100%. Dengan tambahan modal tidak lebih dari 50jt digunakan untuk menyediakan media promosi berupa brosur, spanduk, banner dan renovasi rumah contoh.

5. Tolong tambahkan kasus-kasus yang sedang Anda hadapi pada bagian komentar di bawah ini…

Semoga memberikan inspirasi!

ENTERPRENEUR : Ingin Jadi Entrepreneur? Jawab Dulu 7 Pertanyaan Ini

Oleh Dr. HC Ir. Ciputra
Pendiri Yayasan Ciputra Entrepreneur

Saya bersyukur kepada Tuhan telah mengarungi samudra entrepreneurship selama lebih dari 50 tahun dengan modal dana awal yang dapat dikatakan nol. Modal utama saya pertolongan Tuhan dan kecakapan entrepreneurship.

Dalam perjalanan panjang ber-entrepreneurship saya pernah mengalami berbagai perjalanan berliku, naik turun, gagal dan juga berhasil.

Oleh karena itu saya merasa bangga bila kemudian E&Y, sebuah organisasi dunia memberikan penghargaan menjadi E&Y Indonesia Entrepreneur of The Year 2007 setelah meneliti perjalanan hidup saya dan prestasi yang pernah saya capai.

Saya simpulkan entrepreneurship mengubah masa depan manusia jadi lebih baik dan menciptakan kemakmuran, mengingat latar belakang saya sebelumnya sebagai anak yatim dari keluarga sangat sederhana.

Sekitar 2 tahun yang lalu ketika saya mencapai usia 75 tahun saya memutuskan untuk menyebarkan dan membagikan seluas mungkin kecakapan entrepreneurship kepada masyarakat melalui Yayasan Ciputra Entrepreneur.

Saya berkeyakinan kuat cita-cita kemakmuran Indonesia bukan sebuah mimpi di siang hari bolong asalkan kita lahirkan banyak entrepreneur-entrepreneur baru yang sukses. Melalui Yayasan Ciputra Entrepreneur saya ingin wariskan kepada masa depan bangsa Indonesia yang saya cintai semangat dan kecakapan entrepreneurship.

Dalam rangka tujuan itu saya menyusun sebuah panduan 7 pertanyaan penguji untuk mereka yang ingin jadi seorang entrepreneur yang sukses.

Pertanyaan 1: Apakah Anda sangat passionate untuk jadi seorang entrepreneur?

Kalau Anda ingin berhasil dalam entrepreneurship Anda harus memiliki keinginan yang sangat besar, semangat baja dan percaya diri untuk jadi entrepreneur. Tidak bisa iseng-iseng untuk jadi entrepreneur, motivasi iseng-iseng tidak cukup kuat untuk menghadapi tantangannya. Anda harus rela dan berani bekerja dengan jam yang panjang, mencoba hal yang baru, tetap berusaha walau ditolak dan diabaikan, mau belajar dari kegagalan dan sebagainya.

Pertanyaan 2: Apakah Anda melihat sebuah kesempatan besar melayani pasar secara kreatif?

Kerap saya melihat banyak orang gagal dalam bisnis karena tidak melihat peluang secara kreatif. Mereka hanya meng-copy keberhasilan orang lain tanpa menambahkan nilai-nilai kreativitas ke dalam produknya.

Ada berapa banyak peluang itu sesungguhnya? Banyak sekali, tidak terhitung, masalahnya Anda harus melihatnya dengan kaca mata kreatif. Berapa banyak peluang yang Anda bisa lihat tergantung sejernih apa kaca mata kreativitas anda?

Inovatif

Pertanyaan 3: Apakah Anda memiliki sebuah produk inovatif yang ketika Anda tawarkan, prospek Anda tidak mampu mengatakan tidak?

Sebuah produk inovatif memberikan nilai tambah maksimum sedemikian rupa hingga konsumen tidak mampu mengatakan tidak ketika Anda menawarkannya.

Oleh karena itu verifikasi asumsi-asumsi anda, lakukan uji pasar dan perbarui terus ide Anda sampai anda yakin pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak ketika anda menawarkannya.

Pertanyaan 4: Apakah Anda memiliki kapasitas untuk memenangkan persaingan secara efektif?

Pasar yang kita hadapi adalah pasar bebas yang membuka pintu lebar-lebar kepada persaingan. Ja-ngan pernah masuk ke sebuah pasar tanpa memperhitungkan apa yang sedang dan akan dilakukan oleh pesaing. Pastikan bahwa pelanggan akan memilih anda. Nasehat bisnis ini perlu anda pikir baik-baik, be better not behind, if you are not better be different. Kalau belum better dan belum different pekerjaan rumah anda belum selesai.

Pertanyaan 5: Apakah Anda tahu bagaimana menghasilkan produk atau jasa yang� ingin Anda pasarkan dengan cara yang paling efisien?

Setelah Anda memastikan bahwa pelanggan dapat Anda capai dan bisa puaskan maka pihak selanjutnya yang Anda harus puaskan adalah pemegang saham dan karyawan perusahaan.

Mereka harus Anda layani dengan margin laba yang cukup untuk gaji dan dividen yang memuaskan. Oleh karena itu lakukanlah eksplorasi berbagai kemungkinan produksi yang termurah namun dengan kualitas yang terbaik.

Pertanyaan 6: Apakah Anda tahu bagaimana caranya mendanai keseluruhan usaha baru Anda dengan biaya termurah serta risiko terendah sementara hasil terbaik tetap dapat Anda da-patkan?

Ada berbagai cara untuk mendanai sebuah usaha baru dan ada beragam besar risiko yang bisa terjadi. Anda bisa meminjam uang dari keluarga, teman, tetangga atau dari bank. Anda bisa mengajak teman jadi pemegang saham atau mengundang modal ventura untuk ikut memulai usaha.

Setiap pilihan memiliki plus dan minus tersendiri, hasil akhir dan risiko yang berbeda. Oleh karena itu jangan hanya membuat sebuah model bisnis, kembangkan berbagai alternatif dan pilih yang terbaik.

Pertanyaan 7: Apakah Anda siap menghadapi tuntutan kerja keras, risiko gagal dan rugi? Tidak ada gading yang tak retak, tidak pernah ada rencana yang sempurna.

Dari pengalaman saya perubahan dapat terjadi kapan saja oleh karena itu penyesuaian-penyesuaian harus tetap dilakukan. Walaupun demikian risiko gagal atau rugi ataupun risiko malu karena gagal tetap ada. Lakukan kalkulasi sebelumnya dan pastikan Anda berani menghadapinya.

diunduh dari.

http://www.ciputra.org/node/93/ingin-jadi-entrepreneur-jawab-dulu-7-pertanyaan-ini.htm

Konsultan Property : Bisnis Property..?? Berani….

Sebagai orang
yang bekerja di bidang properti khususnya developer dan property
investment, sangat jarang saya mengemukakan petunjuk atau bocoran
tentang bisnis properti. Sekarang sudah saatnya. Sudah saatnya berbagi
dengan banyak rekan. Karena ternyata buku-buku yang terbit mengenai
bisnis properti masih sedikit. Lebih banyak tabloid yang mengupas
model, tipe dan aksesoris properti.

Sedikitanya ada tiga alasan yang tidak dapat anda tolak untuk memasuki bisnis properti.

Alasan No. 1. Pasti untung!
Pernahkah anda bayangkan bisnis yang paling menguntungkan? Dalam teori
manajemen keuangan terdapat istilah HIGH RISK HIGH GAIN. Tapi dalam
bisnis properti, NO UNCONTROLLED RISK, HIGH GAIN. Ada beberapa
instrumen yang menentukan hal ini.

Harga tanah pasti meningkat
Di dunia ini tidak ada harga yang turun kecuali hal-hal yang berkaitan
dengan kondisi makro perekonomian. Tapi bisa dipastikan 99% bahwa harga
tanah pasti meningkat. PBBnya saja meningkat hampir tiap tahun. Secara
hitungan kasar saja, jika anda beli tanah terus dijual 1 tahun ke
depan. Pasti untung! Itu hebatnya bisnis properti.

Manajemen yang sederhana
Bisnis properti membutuhkan manajemen yang sederhana. Dalam developer
misalnya, cukup bagian keuangan dan bagian legal. Dua bagian ini pokok
dan vital bagi developer. Lha perencanaan, pemasaran dan konstruksi?
Tidak harus diperlukan. Tidak harus ada. Karena konstruksi bisa kita
serahkan ke Kontraktor. Pemasaran bisa kita percayakan kepada Agent
Marketing. Perencanaan bisa kita undang konsultan. Hasilnya lebih
lengkap, lebih pasti, biaya bersifat variable. Semakin sederhana
manajemen yang ada, akan semakin menguntungkan dari sisi finansial dan
pengelolaan.

Kemas properti sebagai investasi
Salah satu meningkatkan pendapatan dalam properti adalah mengemas
properti sebagai bagian dari investasi yang menguntungkan. Kemas dengan
cara yang sama tentang harga tanah. Sajikan dalam bentuk perhitungan
kredit pemilikan rumah (KPR) dan bandingkan dengan ekspektasi harga di
masa mendatang.

Amankan bisnis dengan shadaqah
Tidak ada bisnis yang tidak berisiko. Tapi dalam bisnis properti semua
resiko dapat dikontrol. Kecuali Force Majure. Tapi agama Islam punya
cara yang unik dalam mengamankan bisnis, yakni shadaqah. Bisnis
properti itu jual beli lahan milik Allah Swt. Sehingga shadaqahnya
musti lebih besar. Di perusahaan properti yang saya ketahui, mereka
menyisihkan sekitar 20-40% keuntungan untuk kegiatan sosial keagamaan.
Anda berani lebih besar???

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir
benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan
Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 2 Al Baqarah 261

Percayalah apa yang sudah digariskan oleh Allah, pasti akan terjadi.

Alasan No. 2. Modal besar? No Way!
Jual beli tanah tentunya butuh modal besar. Eit siapa bilang. Developer
yang pernah saya kenal dan developer ini cukup ternama di Jogja, Solo
bahkan sampai Batam. Pada tahun 1999 mereka mengelola modal kurang dari
100juta. Dan dalam jangka waktu 8 tahun, aset mereka sebesar 25Milyar.
Developer dimana saya bernaung, dengan modal awal 3 M, dalam jangka
waktu 2 tahun, aset kami bersih sekitar 20M. Ada beberapa cara.

Negosiasikan pembayaran
Negosiasi pembayaran dapat berupa pembayaran tanah, kontraktor,
konsultan dan apapun sehingga memperlambat kas keluar. Artinya harus
mempercepat kas masuk. Artinya cukup dengan uang muka pembelian, entah
bagaimana caranya kas masuk untuk menutupi kewajiban pambayaran
berikutnya. Contoh, modal anda 50juta. Anda beli tanah seluas 1000m2
dengan harga 60 juta. Negosiasikan pembayaran bertahap 6 bulan.
Pembayaran pertama 10juta. Cadangkan 10 juta untuk pembayaran ke2.
Siapkan tim perencana untuk merencanakan kawasan, biaya skitar 5 juta.
Anggarkan biaya promosi sekitar 10juta. Anggarkan 7.5 juta untuk
kegiatan operasional bulanan. Anggarkan 7.5 juta untuk legalitas lahan.
Cukup 50 juta kan? Cukup 10 juta untuk beli lahan seharga 60 juta kan?
Bayangkan jika uang muka anda 100juta, anda bisa mendapatkan lahan
600juta. Jika tanah sudah diolah atau dimatangkan, aset anda bisa
menjadi 1.2 M! Fantastis!

Promosikan kawasan dengan menjual resiko
Kawasan ada sudah siap. Promosikan dengan gencar dengan menjual resiko
maksudnya adalah dikarenakan anda membutuhkan cash dengan cepat, jual
harga rumah 20% lebih murah dari harga normal, tapi cash. Tapi jangan
lupa menaikan harga jual jika sudah mencapai titik tertentu. Nah
sekarang anda tahu tentang konsep mengemas properti sebagai investasi.
Ini salah satunya.

Instrumen Kredit Usaha
Pada tahap awal, perbankan tidak akan mungkin melirik usaha anda. Atau
jika usaha anda sudah cukup dikenal, tentunya anda akan mudah
mendapatkan kredit konstruksi, salah satu alternatif pembiayaan
developer. Perlu anda ketahui, developer (baru) tidak mudah mendapatkan
kredit investasi, tapi kredit modal kerja konstruksi. Sekarang
bagaimana jika bank belum mau melirik usaha anda. Gunakan fasilitas
KPR! Bagaimana caranya? Jadikan saudara, rekan kerja sebagai konsumen
properti anda. Pembiayaan melalui KPR. Pencairan KPR akan anda terima.
Kewajiban pengembalian KPR menjadi tanggung jawab usaha anda. Simple
bukan. Anda sudah dipastikan mendapat kredit investasi.

Alasan No. 3. Dapatkan Cash Flow yang besar!
Alasan ketiga ini jelas-jelas akan sulit untuk ditolak. Dengan properti
kita bisa mengenerate cash flow yang besar. Prinsipnya percepat uang
masuk, perlambat uang keluar. Eit jangan melulu jual cash… Gunakan
instrumen KPR.

Instrumen KPR
KPR saat ini memungkinkan KPR indent dimana konsumen dapat diikat dalam
akad kredit meskipun bangunan belum selesai dibangun. Dan anda akan
menerima pencairan awal sebesar 40%. Jika uang muka sebesar 20%,
berarti anda menerima uang muka 60%. Ingat negosiasi pembayaran?
Jangan-jangan modal anda sudah kembali?

Padahal untuk membangun rumah, mungkin anda hanya akan mengeluarkan
sekitar 40%. Dan mengeluarkan sekitar 10% lagi untuk pematangan lahan,
prasarana dan sarana. Sisa 10%nya? Bisa untuk membayar tanah. Pada
bulan ke 4 dengan asumsi pembangunan selesai, maka anda akan menerima
60%. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan 4 bulan masa pembangunan?
Yang penting jaga target penjualan.

Lahan baru, ladang uang baru
Bagaimana dengan 60% sisa pencairan KPR? Cadangkan untuk membeli lahan
baru. Jadikan sebagai ladang uang baru. Saya jamin anda akan kaya raya!

Sekali lagi saya bilang, resiko dalam properti pasti ada. Namun
resiko dalam properti harus dapat dikontrol. Ada beberapa tips yang
secara gamblang saya tulis tanpa harus disertai keterangan
Tentukan target keuntungan bersih
Tentukan batasan resiko kerugian
Target pemasaran minimal harus tercapai
Tekan fixed cost, perbesar variable cost
Monitoring arus kas dan rugi laba
Cut Loss pada saat menyentuh batasan resiko kerugian
Tuangkan perjanjian bisnis dalam hitam di atas putih

Jadi anda tertarik masuk properti? Kapan?

Konsultan Property : Memulai Bisnis Property

enggeluti peluang bisnis dan peluang usaha properti atau yang biasa orang disebut real estate agent bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dilakukan. Selain tidak membutuhkan modal (bisnis properti gratis), cukup mudah untuk dilakukan, dan paling menarik adalah komisi yang cukup besar menanti.

Target Pasar

Target pasar bisnis properti adalah orang-orang yang ingin menjual rumah atau properti mereka.

Hal-hal Yang Dibutuhkan

Tidaklah dibutuhkan banyak hal untuk memulai bisnis properti ini. Memang akan lebih baik jika kita mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi dan mau bekerja keras. Hampir semua orang dapat menekuni bisnis porperti ini asalkan mempunyai kesabaran dan keuletan.

Pertama, anda perlu mengetahui dimana anda dapat menemukan properti ini, di mana sumbernya sbb:

1. Iklan Baris
2. Memasang iklan (anda katakan bahwa anda adalah investor dengan dana unlimited)
3. Agen properti (anda dapat menitipkan pesan kepada agent untuk memberitahu anda seandainya ada properti dengan : harga dibawah harga pasar, terdesak untuk menjual, dan ada return minimal 10%
4. Menyisir 1 wilayah
5. Teman dan kenalan
6. Bank
7. Pengadilan
8. Klub investasi
9. Profesional (notaris, badan pertanahan, pengacara, petugas pajak, dll)

Kedua, mencari iklan di koran atau majalah yang membahas tentang iklan properti atau juga dapat dengan cara mendatangi kantor real estate agent. Hal pertama yang anda harus cari adalah properti yang ingin dijual dengan ciri2 tertentu seperti:

1. Dijual senilai NJOP (biasanya lebih rendah dari harga jual)
2. Dijual Segera/Cepat
3. Membutuhkan Uang/Dana
4. Mau dilelang
5. Properti usang (seringkali harganya murah)

Setelah anda mendapatkan dokumen persetujuan itu maka kita bisa mulai mencari pembeli sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang/modal sendiri. Dengan tenggang waktu 3 – 6 bulan tersebut maka anda mempunyai cukup waktu untuk mencari pembeli.

Untuk lebih menarik si pemilik untuk tetap hanya “terikat” kepada anda maka dapat anda tambahkan dalam perjanjian bahwa anda juga akan “membagi” komisi yang anda terima sebesar 20 – 30 %.


Kendala

Mungkin mencari pembeli dan pemeriksaan dokumen properti adalah hal yang paling sulit.

Tips

Untuk dokumen properti anda dapat bekerja sama dengan orang yang berkompeten dengan hal ini. Untuk pemasaran dapat anda sebarkan lewat kenalan anda untuk itu anda perlu mempunyai daftar nama yang selalu di tambah atau dengan menggunakan Internet. Alangkah baiknya jika anda juga membuat kartu nama yang dapat kita bagikan pada saat menawarkan properti.

jimmykurniaindradjaya.com

Hilangkan Bea Impor Baja agar Harga Properti Dapat Ditekan

Minggu, 2/5/2010 | 07:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Harga baja yang mengalami kenaikan dipastikan akan mempengaruhi harga properti. Hal tersebut diungkap oleh Ketua Umum Real Estate Indonesia ( REI) Teguh Satria di pameran dalam REI Expo, Jakarta, (1/5/2010).

"Kenaikan harga baja yang terus menerus , apalagi dalam jangka waktu lama, tentu akan berpengaruh pada harga properti.Namun angka kenaikannya masih belum pasti dan tidak langsung sekaligus tinggi." ungkap Teguh.

"Pengembang yang tergabung dalam REI berharap pemerintah dapat menurunkan atau bahkan menghilangkan bea impor untuk baja. Ini akan menekan harga," katanya.

Lebih lanjut Teguh menuturkan, para pengembang masih akan melihat situasi dahulu. "Sejauh ini, proyek di lapangan yang ditangani kontraktor masih berjalan sesuai dengan kontrak lama yang telah disepakati. Pengembang masih gunakan kontrak lama, belum dengan kontrak baru," kata Teguh.

Menurut Teguh, baja merupakan komponen nomor dua yang dibutuhkan dalam pembangunan. "Bila semen di posisi pertama, baja ada pada posisi kedua,namun bila baja naik, angkanya sangat mempengaruhi dibandingkan semen," terang Teguh.

Walaupun agak dicemaskan dengan naiknya harga baja, para pengembang masih bisa sedikit lega dengan kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang ada di angka 6,5 persen. Untungnya kita masih bisa sedikit happy karena BI rate diangka itu ungkapnya.

Pendapatan Bakrieland 2010 Ditargetkan Rp 1,3 Triliun

Selasa, 27/4/2010 | 19:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberhasilan PT Bakrieland Development Tbk meningkatkan penjualan dalam kuartal I tahun 2010 diperkirakan masih akan berlanjut mengingat iklim di sektor properti terus membaik ditandai dengan turunnya bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

"Kami memperkirakan pendapatan tahun 2010 tumbuh 25 persen menjadi Rp1,31 triliun dengan beroperasinya jalan tol Kanci Pejagan, pusat hiburan dan Bakrie Tower serta akan beroperasinya Pullman Bali Legian Nirwana dan Aston Hotel Bogor," kata Presiden Direktur & CEO Bakrieland Hiramsyah S. Thaib di Jakarta, Selasa.

Hiramsyah mengatakan, tingkat bunga deposito dalam kisaran 5 hingga 7 persen dibanding tahun lalu yang sempat mendekati 13 persen membuat proyek properti yang memiliki tingkat pengembalian tinggi akan menjadi incaran pembeli atau investor.

"Untuk itu, tren peningkatan penjualan produk Bakrieland yang sudah dimulai sejak awal tahun lalu akan berlanjut tahun ini," kata Hiramsyah menjelaskan.

Bunga KPR di bawah 10 persen juga merupakan salah satu alasan kuat bagi pembeli untuk melakukan pembelian tempat hunian mengingat tahun 2009 suku bunga KPR sempat berada pada level cukup tinggi sekitar 17 persen yang menyebabkan pembelian relatif tertahan.

Hiramsyah mengatakan, pendapatan selama kuartal pertama 2010 terutama didukung oleh unit bisnis City Property dan Hotel & Resort yang memberikan kontribusi masing-masing sebesar 50,1 dan 28,7 persen terhadap pendapatan Bakrieland.

Sedangkan unit bisnis Landed Residential serta Infrastruktur terkait properti yakni jalan tol memberikan kontribusi pendapatan masing-masing sebesar 16,6 dan 4,6 persen.
Pendapatan dari unit bisnis City Property sebagian besar dari proyek perkantoran strata dengan kontribusi sebesar 26,8 persen. Sedangkan proyek apartemen memiliki kontribusi sebesar 19 persen.

Sementara itu, pendapatan dari unit bisnis Landed Residential, Bogor Nirwana Residence memberikan kontribusi terbesar yaitu 70,4 persen, diikuti Ijen Nirwana Residence dan Batam Nirwana Residence dengan kontribusi masing-masing sebesar 24,6 dan 4,7 persen.
Neraca keuangan Bakrieland meskipun posisi "leverage" (pinjaman) pada kuartal I 2010 meningkat tetap masih sehat.

Naiknya leverage dalam upaya memperbesar tingkat pengembalian kepada pemegang saham, Bakrieland tetap memiliki neraca yang sehat, hal ini tercermin dari rasio kewajiban dengan beban bunga (interest bearing liabilities) terhadap ekuitas atau DER per 31 Maret 2010 yang masih dibawah 100 persen yaitu sebesar 65,1 persen (DER tanpa Equity-linked Bonds). Posisi "leverage" ini akan semakin rendah bila menggunakan rasio net gearing sebagai acuan sebesar 37,2 persen.

Sementara itu, Net Asset Value (NAV) Bakrieland per 31 Desember 2009 adalah Rp580 per lembar saham. Hal ini mencerminkan bahwa saham Bakrieland yang diperdagangkan pada kisaran Rp240-Rp250 per lembar pada saat ini menawarkan valuasi yang sangat menarik.

Hiramsyah mengatakan, tahun 2010 merupakan tahun serah terima proyek Bakrieland kepada masyarakat di antaranya jalan tol ruas Kanci -Pejagan diresmikan pada awal 2010, Epicentrum Walk telah pula diresmikan pada bulan Maret 2010.

Pada Juni 2010, setidaknya 2 proyek Bakrieland diperkirakan mulai resmi beroperasi yaitu Bakrie Tower dan Pullman Bali Legian Nirwana, strata hotel yang saat ini sudah laku terjual hampir 87 persen.

Sementara itu Bogor Nirwana Residence, sebagai unit usaha Landed Residential Bakrieland, akan membuka 3 (tiga) kluster baru yaitu Harmony 3, Harmony Boulevard dan The Cliff. Penambahan tiga kluster ini yang merupakan kluster menengah dan menengah atas, adalah sebagai respons atas tingginya permintaan untuk memiliki tempat tinggal di daerah yang masih sehat dan sejuk. (ANT/KSP)

http://properti.kompas.com/read/xml/2010/04/27/19220384/pendapatan.bakrieland.2010.ditargetkan.rp.13.triliun.

Pemerintah Berupaya Turunkan Suku Bunga KPR

Minggu, 2/5/2010 | 01:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera ) Suharso Monoarfa membuka pameran Real Estate Indonesia (REI Expo) di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (1/5/2010) sore. "Pameran ini menunjukkan bahwa kemampuan menyiapkan hunian semakin baik," kata Menpera.

Menpera Suharso berharap ketersediaan hunian tersebut harus dibarengi dengan harga jual yang terjangkau masyarakat. "Pemerintah berusaha agar suku bunga turun agar harga tetap terjangkau masyarakat luas," kata Menpera.

Pada REI Expo 2010 ini, pihak penyelenggara, PT Debindomulti Adhiswati menghadirkan pengembang dan pihak penyedia Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank syariah serta bank konvensional. Pameran diikuti oleh 98 pengembang dengan 108 lokasi proyek properti, sembilan bank syariah dan tiga bank konvensional.

Terkait keikut sertaan bank syariah, Menpera memberikan respon yang positif. "Bank syariah rate nya tidak berubah-ubah.Itu bagus, namun tetap juga ada untung ruginya. Dengan adanya bank syariah, masyarakat punya pilihan untuk mencari sumber pembiayaan," kata Menpera.

http://properti.kompas.com/read/xml/2010/05/02/01020544/pemerintah.berupaya.turunkan.suku.bunga.kpr