Monday, May 3, 2010

REI EXPO 2010 Sepi Pengunjung


Minggu, 2/5/2010 | 14:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS. com - Meski telah memasuki hari kedua, Minggu (2/5/2010) ini, pameran property REI Expo 2010 di Hall A Jakarta Convention Center tidak tampak ramai pengunjung. Pemburu rumah dan apartemen belum banyak yang terlihat mengampiri stand-stand dari 90 pengembang yang menampilkan proyek properti di 108 lokasi di Jakarta, Cibubur, Depok, Bogor, Tangerang, Bandung, Semarang, Solo, Samarinda, Balikpapan dan Manado.

Meski dalam REI EXPO tahun ini para pengunjung tidak hanya mendapatkan layanan perbankan konvensional, tetapi juga dari perbankan syariah untuk kemudahan dan kelancaran bertransaksi, namun hal tersebut belum membuat para pengunjung tertarik untuk bertransaksi.

Dari pengakuan beberapa pengunjung, mereka datang hanya untuk mengisi hari libur bersama keluarga dan sekedar lihat-lihat pameran yang diselenggarakan pada 1-9 Mei 2010 itu. Selain itu juga ada pengusaha, arsitektur, kontraktor yang memang berniat melihat perkembangan arsitektur, marketing, building material di REI EXPO 2010 yang sudah diselenggarakan untuk ke 23 kalinya.

Soekarno, salah satu pengunjung yang setia mengikuti perkembangan REI EXPO, mengakui sepinya pengunjung. "Saya sering mantau, untuk kali ini dapat dibilang susut pengunjung. Biasanya ramainya hari libur dan saat jam makan siang," ujar pria yang berprofesi pengusaha ini.

Umumnya pengunjung berharap penyelenggara REI EXPO dapat membuat event yang tidak membosankan, misalnya disisipkan hiburan untuk pengunjung. Diharapkan pula pengembang tidak hanya menawarkan property yang harganya selangit. Dengan demikian diharapkan REI EXPO tak lagi sepi pengunjung.

http://properti.kompas.com/read/xml/2010/05/02/14135795/rei.expo.2010.sepi.pengunjung

Harga Rumah Naik, Industri Properti Terpukul

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren kenaikan harga besi dan baja kemungkinan besar berdampak terhadap peningkatan harga rumah. Kenaikan harga rumah dikhawatirkan kembali memukul pertumbuhan industri properti yang baru beranjak bangkit.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Teguh Satria, di Jakarta, Sabtu (1/5), mengemukakan, kenaikan harga besi dan baja diperkirakan masih terus berlangsung.

Apalagi, PT Krakatau Steel telah menyampaikan bahwa harga besi dan baja cenderung naik. Padahal, kebutuhan besi dan baja untuk bahan baku bangunan mencapai 22-24 persen dengan komponen biaya mencapai 14-16 persen dari total biaya pembangunan rumah.

”Pengembang kini mulai berhitung untuk kontrak-kontrak pembangunan baru. Kalau harga besi dan baja terus naik, mau tidak mau harga rumah akan terkoreksi naik mulai bulan Juni,” ujar Teguh, di sela-sela Pameran REI Expo 2010.

Senin, 3/5/2010 | 19:14 WIB
Kenaikan harga besi dan baja juga akan berimbas terhadap harga rumah sederhana sehat (RSH) bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Menanggapi rencana kenaikan harga rumah, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meminta pengembang untuk tidak terburu-buru menaikkan harga rumah. Sebab, hal itu akan menekan industri properti yang mulai kondusif.

Suharso akan memanggil REI dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) untuk membahas solusi agar kenaikan harga komponen besi dan baja tidak terlalu berpengaruh terhadap harga rumah. (Brigita M. Lukita/KOMPAS Cetak)

http://properti.kompas.com/read/xml/2010/05/03/19142076/Harga.Rumah.Naik..Industri.Properti.Terpukul-12

Peluang Bisnis Properti di Indonesia

Kali ini saya akan mengupas bertahap mengenai properti, kenapa ??? ternyata properti menyimpan begitu banyak hal yang baru dan tentunya peluang yang sangat besar bagi temen2 yang mau terjun d bisnis properti. Alhamdulillah saya mendapatkan artikelnya pak aryo dipenogoro, mudah2an setelah membaca artikel ini pembaca bs jd tmbah semangat u terjun d bisnis properti, ok ! yuk qt simak bersama :
Sebagai orang yang bekerja di bidang bisnis properti khususnya developer dan property investment Aryo Diponegoro , sangat jarang beliau mengemukakan petunjuk atau bocoran tentang bisnis properti. Sekarang sudah saatnya. Sudah saatnya berbagi dengan banyak rekan. Karena ternyata buku-buku yang terbit mengenai bisnis properti masih sedikit. Lebih banyak tabloid yang mengupas model, tipe dan aksesoris properti.

Sedikitanya ada tiga alasan yang tidak dapat anda tolak untuk memasuki peluang di bisnis properti.

Alasan No. 1. Pasti untung!
Pernahkah anda bayangkan bisnis yang paling menguntungkan? Dalam teori manajemen keuangan terdapat istilah HIGH RISK HIGH GAIN. Tapi dalam bisnis properti, NO UNCONTROLLED RISK, HIGH GAIN. Ada beberapa instrumen yang menentukan hal ini.

Harga tanah pasti meningkat
Di dunia ini tidak ada harga yang turun kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kondisi makro perekonomian. Tapi bisa dipastikan 99% bahwa harga tanah pasti meningkat. PBBnya saja meningkat hampir tiap tahun. Secara hitungan kasar saja, jika anda beli tanah terus dijual 1 tahun ke depan. Pasti untung! Itu hebatnya bisnis properti.

Manajemen yang sederhana
Bisnis properti membutuhkan manajemen yang sederhana. Dalam developer misalnya, cukup bagian keuangan dan bagian legal. Dua bagian ini pokok dan vital bagi developer. Lha perencanaan, pemasaran dan konstruksi? Tidak harus diperlukan. Tidak harus ada. Karena konstruksi bisa kita serahkan ke Kontraktor. Pemasaran bisa kita percayakan kepada Agent Marketing. Perencanaan bisa kita undang konsultan. Hasilnya lebih lengkap, lebih pasti, biaya bersifat variable. Semakin sederhana manajemen yang ada, akan semakin menguntungkan dari sisi finansial dan pengelolaan.

Kemas properti sebagai investasi
Salah satu meningkatkan pendapatan dalam properti adalah mengemas properti sebagai bagian dari investasi yang menguntungkan. Kemas dengan cara yang sama tentang harga tanah. Sajikan dalam bentuk perhitungan kredit pemilikan rumah (KPR) dan bandingkan dengan ekspektasi harga di masa mendatang.

Amankan bisnis dengan shadaqah
Tidak ada bisnis yang tidak berisiko. Tapi dalam bisnis properti semua resiko dapat dikontrol. Kecuali Force Majure. Tapi agama Islam punya cara yang unik dalam mengamankan bisnis, yakni shadaqah. Bisnis properti itu jual beli lahan milik Allah Swt. Sehingga shadaqahnya musti lebih besar. Di perusahaan properti yang saya ketahui, mereka menyisihkan sekitar 20-40% keuntungan untuk kegiatan sosial keagamaan. Anda berani lebih besar???

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 2 Al Baqarah 261

Percayalah apa yang sudah digariskan oleh Allah, pasti akan terjadi.

Alasan No. 2. Modal besar? No Way!
Jual beli tanah tentunya butuh modal besar. Eit siapa bilang. Developer yang pernah saya kenal dan developer ini cukup ternama di Jogja, Solo bahkan sampai Batam. Pada tahun 1999 mereka mengelola modal kurang dari 100juta. Dan dalam jangka waktu 8 tahun, aset mereka sebesar 25Milyar. Developer dimana saya bernaung, dengan modal awal 3 M, dalam jangka waktu 2 tahun, aset kami bersih sekitar 20M. Ada beberapa cara.

Negosiasikan pembayaran
Negosiasi pembayaran dapat berupa pembayaran tanah, kontraktor, konsultan dan apapun sehingga memperlambat kas keluar. Artinya harus mempercepat kas masuk. Artinya cukup dengan uang muka pembelian, entah bagaimana caranya kas masuk untuk menutupi kewajiban pambayaran berikutnya. Contoh, modal anda 50juta. Anda beli tanah seluas 1000m2 dengan harga 60 juta. Negosiasikan pembayaran bertahap 6 bulan. Pembayaran pertama 10juta. Cadangkan 10 juta untuk pembayaran ke2. Siapkan tim perencana untuk merencanakan kawasan, biaya skitar 5 juta. Anggarkan biaya promosi sekitar 10juta. Anggarkan 7.5 juta untuk kegiatan operasional bulanan. Anggarkan 7.5 juta untuk legalitas lahan. Cukup 50 juta kan? Cukup 10 juta untuk beli lahan seharga 60 juta kan? Bayangkan jika uang muka anda 100juta, anda bisa mendapatkan lahan 600juta. Jika tanah sudah diolah atau dimatangkan, aset anda bisa menjadi 1.2 M! Fantastis!

Promosikan kawasan dengan menjual resiko
Kawasan ada sudah siap. Promosikan dengan gencar dengan menjual resiko maksudnya adalah dikarenakan anda membutuhkan cash dengan cepat, jual harga rumah 20% lebih murah dari harga normal, tapi cash. Tapi jangan lupa menaikan harga jual jika sudah mencapai titik tertentu. Nah sekarang anda tahu tentang konsep mengemas properti sebagai investasi. Ini salah satunya.

Instrumen Kredit Usaha
Pada tahap awal, perbankan tidak akan mungkin melirik usaha anda. Atau jika usaha anda sudah cukup dikenal, tentunya anda akan mudah mendapatkan kredit konstruksi, salah satu alternatif pembiayaan developer. Perlu anda ketahui, developer (baru) tidak mudah mendapatkan kredit investasi, tapi kredit modal kerja konstruksi. Sekarang bagaimana jika bank belum mau melirik usaha anda. Gunakan fasilitas KPR! Bagaimana caranya? Jadikan saudara, rekan kerja sebagai konsumen properti anda. Pembiayaan melalui KPR. Pencairan KPR akan anda terima. Kewajiban pengembalian KPR menjadi tanggung jawab usaha anda. Simple bukan. Anda sudah dipastikan mendapat kredit investasi.

Alasan No. 3. Dapatkan Cash Flow yang besar!
Alasan ketiga ini jelas-jelas akan sulit untuk ditolak. Dengan properti kita bisa mengenerate cash flow yang besar. Prinsipnya percepat uang masuk, perlambat uang keluar. Eit jangan melulu jual cash… Gunakan instrumen KPR.

Instrumen KPR
KPR saat ini memungkinkan KPR indent dimana konsumen dapat diikat dalam akad kredit meskipun bangunan belum selesai dibangun. Dan anda akan menerima pencairan awal sebesar 40%. Jika uang muka sebesar 20%, berarti anda menerima uang muka 60%. Ingat negosiasi pembayaran? Jangan-jangan modal anda sudah kembali?

Padahal untuk membangun rumah, mungkin anda hanya akan mengeluarkan sekitar 40%. Dan mengeluarkan sekitar 10% lagi untuk pematangan lahan, prasarana dan sarana. Sisa 10%nya? Bisa untuk membayar tanah. Pada bulan ke 4 dengan asumsi pembangunan selesai, maka anda akan menerima 60%. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan 4 bulan masa pembangunan? Yang penting jaga target penjualan.

Lahan baru, ladang uang baru
Bagaimana dengan 60% sisa pencairan KPR? Cadangkan untuk membeli lahan baru. Jadikan sebagai ladang uang baru. Saya jamin anda akan kaya raya!

Sekali lagi saya bilang, resiko dalam properti pasti ada. Namun resiko dalam properti harus dapat dikontrol. Ada beberapa tips yang secara gamblang saya tulis tanpa harus disertai keterangan
Tentukan target keuntungan bersih
Tentukan batasan resiko kerugian
Target pemasaran minimal harus tercapai
Tekan fixed cost, perbesar variable cost
Monitoring arus kas dan rugi laba
Cut Loss pada saat menyentuh batasan resiko kerugian
Tuangkan perjanjian bisnis dalam hitam di atas putih

Jadi anda tertarik masuk bisnis properti? Kapan?

sumber :caripropertijakarta.com

James Riady: Prospek Properti Indonesia Sangat Cerah (2)

alam Bincang Properti kali ini, Kompas.com berbincang-bincang dengan James Riady, CEO Lippo Group dan Wakil Ketua Kadin Bidang Properti. Ini bagian kedua wawancara eksklusif Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan James Riady tentang masa depan properti di Indonesia.

Ok, Pak James, industri properti di Indonesia saat ini makin berkembang. Bagaimana posisi Indonesia di tengah persaingan properti global?

Dalam hal ini, semua terkait dengan pengembangan makro ekonomi. Indonesia pada saat ini memiliki perkembangan yang cukup bagus. Kita melihat bahwa dunia saat ini, dunia ekonomi yang sudah matang seperti Amerika, Eropa, Jepang, mereka menghadapi suatu masalah yang sangat besar, yaitu membayar utang daripada kesalahan-kesalahan selama 10-20 tahun yang lampau.

Karena itulah kami berpendapat bahwa stimulus package yang sudah dijalankan selama 15 bulan ini tidak bisa dicabut, harus terus dijalankan. Berarti stimulus package di dunia yang terus dijalankan di negara berkembang, yang sudah developed countries, akan membawa dampak positif kepada negara Asia, yang tidak lagi membutuhkan stimulus package.

Nah, Indonesia menempati posisi yang terbaik. Karena Indonesia tidak mengerjakan stimulus package yang berlebihan tahun lalu. Jadi tahun ini, tahun depan, the next three years ke depan ini, Indonesia merupakan negara yang sangat diminati. Karena itulah Indonesia dengan kondisi makro seperti demikian, bisa memiliki harapan, hari depan yang sangat cerah. Karena itulah properti di Indonesia, kami melihat akan cerah dan akan terus maju, apalagi pemerintah sudah setuju mengambil suatu political decision, keputusan politis untuk mengizinkan pihak asing masuk membeli dan untuk bisa tinggal di Indonesia. Ini semua akan memberikan suatu dampak positif.

Dunia baru saja mengalami krisis ekonomi global, dan industri properti terkena dampaknya. Bagaimana strategi pendanaan untuk proyek-proyek properti di Indonesia?
Pendanaan suatu bagian yang sangat critical dalam pengembangan properti. Indonesia memiliki tantangan yang berat karena pendanaan di Indonesia tidak cukup hanya dalam rupiah. Pendanaan rupiah sangat terbatas. Pendanaan rupiah itu jangka pendek, rata-rata 1-2 tahun, maksimum 3 tahun. Padahal properti membutuhkan suatu feasibility, jangka panjang, lebih dari 1-3 tahun. Karena itulah rencana pemerintah untuk mempetimbangkan HGB sekaligus diberikan sampai 70 tahun atau 80 tahun, tidak lagi 20-30 tahun, terus diperpanjang, itu akan meningkatkan feasibility project properti di Indonesia.

Selain itu, perbankan Indonesia termasuk luput dari krisis global terakhir 18 bulan. Karena itulah perbankan Indonesia lebih mampu memberikan pembiayaan sekarang sudah mulai 5 tahun-7 tahun. Jadi dengan demikian, pendanaan dalam negeri akan lebih baik lagi, satu-tiga tahun ke depan. Tetapi pendanaan yang utama tetap harus datang dari pendanaan luar negeri, pendanaan dari pasar modal, pasar perbankan global. Nah kondisi ekonomi yang lebih baik, kondisi pemerintahan kita yang stabil, proses demokrasi yang stabil, ini akan menolong, membantu pendanaan luar negeri itu masuk ke Indonesia. (Robert Adhi Ksp) -

Tentang AJB Tanah (Akta Jual Beli)

mmm....banyak yg mo beli rumah tapi gak ngerti apa itu ajb/ akta jual beli tanah...
berdasarkan search di internet dan bertanya langsung ke NOTARIS PPAT ( Pejabat Pembuat Akta Tanah) IBU SUZIE TADJOEDIN di jl P. Antasari no 14. Cipete. Jakarta selatan 021-7254258...
berikut ini adalah kesimpulannya.

bila ada yang berpengalaman/ pernah melakukan transaksi jual-beli tanah bisa menambah/koreksi.
Apabila antara penjual dan pembeli sudah bersepakat untuk melakukan jual beli tanah terhadap tanah yang sudah bersertifikat maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah :


1. Akta Jual Beli (AJB)
Si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli dimaksud. Sedangkan untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, Camat karena jabatannya dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual beli tanah.

2. Persyaratan AJB
yang diperlukan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah di Kantor Pembuat Akta Tanah adalah :
a. Penjual membawa :
· Asli Sertifikat hak atas tanah yang akan dijual.
· Kartu Tanda Penduduk.
· Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
· Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga.
· Kartu Keluarga.

b. Sedangkan calon pembeli membawa :
· Kartu Tanda Penduduk.
· Kartu Keluarga.

3. Proses pembuatan akta jual beli di Kantot PPAT.

a. Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.
1) Sebelum membuat akta Jual Beli Pejabat pembuat Akta Tanah melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan.
2) Pejual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah di Bank atau Kantor Pos.
3) Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.
4) Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
5) PPAT menolak pembuatan Akta jual Beli apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa.

b. Pembuatan Akta Jual Beli
1) Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis.
2) Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.
3) Pejabat pembuat Akta Tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
4) Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan Pejabat Pembuat Akte Tanah.
5) Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
6) Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.

4. Bagaimana langkah selanjutnya setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli ?
a. Setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli, PPAT kemudian menyerahkan berkas Akta Jual Beli ke Kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat.
b. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.

5. Berkas yang diserahkan itu apa saja ?
a. Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli.
b. Akta jual beli PPAT.
c. Sertifikat hak atas tanah.
d. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pembeli dan penjual.
e. Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh).
f. Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

6. Bagaimana prosesnya di Kantor Pertanahan ?
a. Setelah berkas disampaikan ke Kantor Pertanahan, Kantor Pertanahan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan ini diserahkan kepada Pembeli.
b. Nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk.
c. Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan bibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk.
d. Dalam waktu 14 (empat belas hari) pembeli sudah dapat mengambil sertifikat yang sudah atas nama pembeli di kantor pertanahan.

Sunday, May 2, 2010

2.MENGAPA TERJUN DI BISNIS DEVELOPER PROPERTI?

Banyak alasannya yang dapat disampaikan mengapa terjun di bisnis ini .Motivasi masing-masing pelaku bisnis ini berbeda-beda.Ada yang memang faktor keturunan karena dari keluarga besarnya bermain di bisnis ini.Ada yang sudah menjadi karyawan dan ingin berbisnis.Ada yang terpaksa terjun,namun menikmati.
Namun berikut kami mencoba menyampaikan dasar-dasar mengapa terjun di bisnis developer properti.


Properti adalah Sektor Riil
Tidak ada yang memungkiri bahwa sektor riil adalah sektor bisnis yang fundamental untuk pembangunan sebuah negara.Karena tingkat penyerapan tenaga kerja,karena investasi jangka panjang,sehingga mendorong peningkatan di sisi konsumsi juga investasi dan perekonomian akan bergerak.
Melihat Resesi ekonomi pada tahun 1930an yang terjadi di Amerika Serikat dan di kenal dengan The Great Depressions, faktanya di"sembuh"kan dengan kegiatan properti.Pada waktu ini Pemerintahan Amerika Serikat membangun suburban di sekeliling kota.Kota dijadikan sebagai pusat perekonomian dan pinggiran kota di bangun menjadi pemukiman.Jadi ini adalah fakta bahwa properti adalah obat untuk keluar dari resesi ekonomi.Tidak cepat memang,tapi berhasil.
Dan properti adalah salah satu sektor riil.Maka jika anda ingin berbisnisyang mampu membangun negri dari keterpurukan,berbisnislah yang menyerap tenaga kerja yang banyak.Properti adalah salah satu pilihannya.


Lebih dari 100 Bisnis di Dalamnya
Bukan sekedar sektor riil saja.Tapi bisnis developer properti itu mendorong bisnis-bisnis lainnya..Bayangkan berapa banyak tenaga kerja yang terserap.Dilihat bukan dari sisi tenaga kerja developer,tetapi dari tenaga kerja yang berada dalam bisnis lainnya tersebut.Ini sungguh dahsyat.Bayangkan berapa besar putaran bisnisnya?berapa besar efek terhadap perekonomian negeri Indonesia ini?Sungguh besar!Maka menjadi developer properti adalah pekerjaan mulia.

Modal Relatif Kecil.
Modal selalu di jadikan alasan penghalang dan menjadikan banyak orang takut berbisnis.Apalagi berbisnis properti.Dalam benak kebanyakan orang,berbisnis properti membutuhkan modal yang sangat besar.
Bayangan mereka sederhana.Jika satu rumah modalnya 60 juta,misalkan 1 kawasan terdapat 10 rumah,maka modal untuk bangunan rumah sudah 600 juta.Itu belum pembelian lahan,pembangunan fasilitas dan sebagainnya.
Tidak salah pemahaman seperti itu.Namun sebenarnya semuanya dapat disiasati dengan negosiasi.Negosiasi tata cara dan urutan pembayaran tanah,pembangunan dan negosiasi lain-lainnya.Negosiasi itu silaturahmi.
Modal yang kami gelontorkan untuk mengelola sebuah proyek di Purwokerto,hanya sebesar 30 juta,luas lahan 1600 m2,terdapat 10 unit rumah,dengan target laba 800 jutaan.Proyek di Tegal,terdapat 2 lokasi,Modal proyek pertama sebesar 350 juta,luas lahan 6000 m2,terdapat 30 unit rumah dengan target keuntungan kurang lebih 1 Milyar.Modal proyek kedua sebesar 160 juta,luas lahan 3000 m2 tersedia 22 unit dengan target keuntungan 500 jutaan.proyek RSH di Cirebon,luas lahan 1 ha,tersedia 90 unit,modal di sediakan 250 juta.

Manajemen yang sederhana
Manajemen developer sebenarnya sederhana.banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan menggunakan tenaga ahli sesuai bidangnya.Misalkan saja untuk perencanaan gambar kerja,anda dapat menggunakan jasa Konsultan Perencanaan.Untuk pekerjaan pembangunan,Anda dapat menggunakan jasa Konstraktor.Bahkan untuk kegiatan pemasaran dapat menggunakan jasa Marketing Agent.
Dalam struktur biaya,beban biaya tetap dapat ditekan.Meski biaya variable meningkat,namun biaya lebih pasti,target keuntungan juga lebih pasti.Semuanya biaya variable yang dapat dikelompokkan menjadi biaya pokok.Biaya yang langsung dibebankan kepada unit rumah yang dipasarkan.
Manajemen developer berfungsi sebagai pengatur atau pengelola saja.Mengelola beberapa begian yang semuanya dikerjakan oleh tenaga ahli di bidang masing-masing.Anda tidak perlu memiliki organisasi yang komplek dengan standar operasional prosedur yang rumit.anda tinggal mengelola penyedia jasa.Order dan bayarkan.Simple!

Mudah,Semua Mampu Melakukannya Dari Latar Belakang Apa Saja

Sesuatu yang berhubungan dengan sederhana,cenderung semua orang mampu mengerjakan.Dan ilmu manajemen yang simple sebenarnya sudah anda jalankan setiap hari.Itulah mengapa,kami sampaikan bahwa bisnis ini mudah.Mudah dan semua orang dari latar belakang manapun mampu melakukan.Syaratnya harus dapat bermanajemen yang baik.
Seorang pengembang di Purwokerto,rekanan bisnis kami,berlatar belakang pendidikan komunikasi.Itupun tidak lulus.Di Tegal,sahabat sekaligus partner kami,berlatar belakang pendidikan sarjana hukum pidana dengan sukses mengembangkan 2 lokasi.Dan salah seorang staff kami di Tegal,kami percaya mengelola satu lokasi dengan kuasa penuh adalah seorang yang berlatar belakang pendidikan hukum agama islam,alias jebolan pesantren.kawan kami yang dulu sama-sama belajar Advertising di Universitas Gadjah Mada,sekarang menjadi developer di Klaten dengan 4 lokasi.
Peserta choaching clinic bisnis developer properti yang kami selenggarakan,menelorkan pengusaha properti yang berlatar belakang mahasiswa.Salah satunya mahasiswa Institut Teknologi Bandung,sedang berusia 21 tahun dan akan mengembangkan 2 ha lahan di Subang.
Dan seorang lagi adalah mahasiswa Trisakti Jakarta,yang sedang mengembangkan 1 ha lahan di Bogor.
Mudah.Bila mereka mampu,anda pasti mampu.Hanya perlu menjadi dipoles,dipandu dan diajak menjadi co-pilot sampai akhirnya anda mampu menerbangkan pesawat sendiri.Jadi tunggu apa lagi?Kapan Action?

1.MENGAPA MENEKUNI PROPERTI?

Pertanyaan di atas sering diajukan oleh beberapa wartawan lokal,juga saudara-saudara yang menjadi anggota di milist yukbisnisproperti@yahoogroups.com,serta peserta-peserta coaching clinic.Jawaban utamanya adalah LABA! Tapi bagaimana alur laba,tentunya dasar-dasar dalam berbisnis properti perlu diketahui.Berikut beberapa penjelasan,sebut saja alasan yang mendasari.



Kebutuhan PRIMER
Kalau mengingat pelajaran Sekolah Dasar,sudah diajarkan tentang kebutuhan primer.Ada pangan,sandang juga papan.Artinya adalah bahwa papan atau properti sudah dari dulu adalah kebutuhan primer.
Menurut data dari Kementerian Perumahan Rakyat bahwa pada tahun 2008,tingkat kebutuhan akan rumah sudah mencapai 1,2 juta unit per tahun.Tentu saja tiap tahun meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia.Sedangkan pasar terbesar berada di segmentasi menengah ke bawah sebesar 70%.Dan pemenuhan swasta akan kebutuhan tersebut hanya 15%-nya saja.
Padahal tidak semuanya membutuhkan rumah untuk dihuni.Rumah juga merupakan bagian dari instrumen investasi jangka panjang atau lindung nilai atas bisnis yang sudah ada.Atau alasan lainnya.
Intinya banyak orang membutuhkan rumah dengan berbagai pertimbangan dan ini peluang!Hanya bagaimana caranya membuat jaring perangkap untuk mensukseskan bisnis properti Anda.


Harga Properti Cenderung NAIK
Coba bandingkan harga tanah yang anda punyai saat ini dengan harga saat anda akusisi.Bisa saja anda bandingakan cicilan Rumah Sederhana dahulu dengan sekarang?Bandingkan Nilai Jual Obyek Pajak benerapa tahun kemarin.Naik atau turun?Pasti memiliki kecenderungan naik.
Inflasi rata-rata di indonesia untuk properti sekitar 10%.Kecil memang apabila dibandingkan dengan suku bunga bank saat ini.Tetapi itu rata-rata seluruh indonesia.bila meninjau lebih detil di masing -masing kota,tentunya berbeda-beda.Contoh kasus di Yogyakarta,inflasi untuk harga tanah mencapai 30%.Bulan Desember 2009,inflasi harga tanah di Cirebon mencapai 30% pula.
Kenaikan harga properti dipicu selai faktor waktu,juga faktor ketersediaan lahan.Faktor lainnya adalah permainan harga jual(Pricing Strategy Games) yang dilakukan oleh pengembang properti.Dan faktor terakhirlah yang membuat inflasi harga properti naik sangat tinggi melampaui suku bunga perbankan.


Dapat Dimiliki TANPA Menggunakan UANG SENDIRI
Properti itu bisa dimiliki tanpa menggunakan uang sendiri.Begitu banyak buku yang mengupas tentang ini.PROPERTY CASH MACHINE adalah salah satunya dan menjadi best seller sebagai buku mengenai property investor.
Fasilitas perbankan juga beragam dalam memfasilitasi kepemilikan ini.sudah umum dikenal Kredit Pemilikan Rumah (KPR).Sejak tahun 2007 beberapa perbankan sudah mulai menawarkan pola Kredit Pemilikan Rumah secara inden atau lebih dikenal dengar KPR Inden atau KPR Bangunan.
KPR Inden memberikan keuntungan dengan pencarian dana KPR sejak awal rumah akan dibangun beberapa bank mensyaratkan beberapa syarat tertentu tapi intinya adalah pencarian bertahap sebelum bangunan rumah selesai jadi 100%.
Suku bunga KPR-pun bersaing dengan jangka waktu yang cukup panjang selama 15 tahun .Tentu saja ini meringankan banyak konsumen dalam memiliki properti.Ingat,bahwa suku bunga KPR seberapapun tingginy,masih lebih tinggi inflasi harga tanah.
Dengan demikian jauh lebih menguntungan membeli properti dengan KPR karena nilainya cenderung naik dan melebihi suku bunga KPR.Bandingkan dengan membeli mobil dengan fasilitas kredit.Nilai mobilnya turun,yang dibayarkan jauh lebih tinggi dari harga mobil.


LINDUNGI NILAI Atas BISNIS yang Ada
Tidak semua motivasi memiliki properti karena ingin menghuni.Sempat disampaikan diatas,salah satu alasan lain adalah investasi.Alasan lainnya untuk lindung nilai atas bisnis yang ada.
Dengan karakter harga yang cenderung naik,properti dapat dijadikan instrumen untuk melindungi bisnis yang ada dari kerugian.Kerugian bisnis lainnya dapat di tutup dengan menjual aset properti.Mungkin saja tidak mampu menutupi kerugian secara total,namun setidaknya mampu mengurangi resiko atas kerugian yang lebih besar.
Logika inilah yang digunakan oleh perbankan.Itulah mengapa perbankan meminta agunan berupa properti.Dengan alasan yang sama,perbankan akan melelang properti yang anda jaminkan untuk menutupi ketidakmampuan anda membayar angsuran dan pokok pinjaman.